Denny Siregar ke Jimly Asshiddiqie: Pandangan Anda ke Rizieq Mengerikan

Denny Siregar


PANTAUSATU.id
- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie memberikan penilaiannya terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Jimly menilai Rizieq Shihab adalah sebuah fenomena langka, dimana Pemerintah menciptakan permusuhan dan kebencian kepadanya sampai berlarut-larut. 

"Fenomena HRS ini langka. Masalahnya brlarut karna prlakuan kkuasaan yg salah, dihadapi dg ideologi&teologi prmusuhn& kbencian, bukan nrukunkn & mndamaikn. Kata dibngkam kata, lovers dibabat haters, prmusuhn meluas, tanpa solusi. Pdhl "action" slalu lebih efektif dari retorika," kata Jimly Asshiddiqie di akun Twitternya, Selasa (10/11/2020).

Pegiat media sosial Twitter Denny Siregar merespon pernyataan Jimly Asshiddiqie yang membela pengusung khilafah itu. Kata Denny, pandangan Jimly Asshiddiqie mengerikan sekali. 

"Pandangan moderat seperti pak @JimlyAs inilah yang masalah, sama spt pandangan intelektual di negara2 Timteng sana. Mrk tdk sadar, bhw kelompok fanatik spt itu sgt bahaya, apalagi bawa agama. Pak @SBYudhoyono jg begitu, dan akhirnya generasi tarbiyah kuasai dunia pendidikan kita," tulis Denny Siregar, membalas Jimly Asshiddiqie di Twitter, Kamis (12/11/2020).

Masyarakat merespon kritikan Denny Siregar terhadap Jimly Asshiddiqie yang tidak semestinya memperlakukan Rizieq Shihab seperti itu. 

"MRS dipuja banyak orang berkat permainan media yg mencitrakan buruk sebagai baik & baik sbg buruk, serta mencitrakannya sbg pejuang anti-kemunkaran. Dia adalah facade dari para bohir yg mengincar kekuasaan ekonomi politik dg merongrong pemerintah JKW," tulis @ibn_sjamsu.

"rukun dan damai dlm kacamata klompok radikal apa y? takluk kali y.bayangkan klo mrka memiliki kekuasaan, indonesia bkn beragam lagi jdi seragam.mrka ini akan jdi ancaman serius klo digunakan dan berkolaborasi dg musuh negara dari luar. liat timr-tengh," tulis @17dondon8.

"Fenomena kebohongan yg luar biasa dari yg mengaku paling agamis dng cara yg salah dan unhumanis, hingga berakar pada para pengikutnya.... Ini fenomena klompok garis keras yg jadi bibit perpecahan seperti kawasan timur tengah yg tdk pernah damai....," tulis @bestariiman. (pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel