Viral Video Sugik Nur Dijebloskan ke Penjara Kasus Pencemaran Nama Baik NU

Screenshot video Sugik masuk penjara


PANTAUSATU.id
- Mulutmu harimaumu. Ungkapan inilah yang kini disandang penceramah agama yaitu Gus Nur atau Sugik Nur. Sugik Nur ditangkap aparat kepolisian kasus pencemaran nama baik warga Nahdlatul Ulama. 

Berita penangkapan Sugik Nur ramai diperbincangkan di dunia media sosial. Salah satunya ada yang membagikan video Sugik Nur dijebloskan ke penjara. Video tersebut menjadi viral setelah di-posting warganet Twitter dengan akun @Rahman_Nashir.

Akun tersebut juga mengucapkan selamat tapi dengan nada sindiran halus dalam video yang dibagikannya. 

 "Selamat buat Sugik Nur atas tempat tinggalnya yang baru. Semoga betah ...," tulis akun @Rahman_Nashir.

Video yang dibagikan itupun hampir tembus 25ribu penonton dalam kurun waktu 7 jam hingga tulisan ini dibuat. Selain itu, video berdurasi 7 detik tersebut juga mendapat reaksi netizen lainnya untuk memberikan komentar. 

"Sugik mulai sekarang harus terbiasa makan siang pake sayur kol," tulis akun @TommySandy5.

"Orang yg menghina NU pasti akan sengsara dunia akhirat , kyai kami tdk pernah menyebar kebencian tp si picek itu selalu menghina NU tiada henti," tulis akun @retno_setyowat.

"Begitulah kalo karma menghampiri diri sendiri,makanya kalo ngomong jagalah lisan...dan hati2lah dgn lisan kita semoga gak terpeleset seperti om ugik,jgn mentang2 banyak yg mendukung sekarang masuk sel mana orang yg memuja2 menemami dlm sel ?," tulis akun @KeikaSisi.

Diketahui, Gus Nur atau Sugik Nur diciduk Bareskrim Polri pada Sabtu (24/10/2020) dini hari. Sugik Nur diamankan polisi dirumahnya daerah Malang, Jawa Timur. 

Sugik Nur menjelekkan nama NU ketika bincang-bincang bersama Refly Harun pada sebuah akun YouTube. Publik pun meminta supaya Refly Harun juga dimintai keterangan atas pembuatan kontennya.

Setelah disorot publik, konten tersebut menghilang. Dugaan sementara telah dihapus pemilik akun. (pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel