Viral Tagar #BubarkanMUI: Ciptaker hanya alasan aja

Screenshot trending topik Twitter


PANTAUSATU.id
- Majlis Ulama Indonesia (MUI) tetiba mendadak viral di media sosial. Tanda pagar atau tagar #BubarkanMUI menjadi trending topik Twitter, Minggu (18/10/2020). Diduga pemicunya adalah terkait UU Ciptaker yang telah disahkan DPR dan Pemerintah. 

UU Ciptaker menyebutkan bahwa MUI kini tak lagi tunggal memberi cap label halal pada setiap produk makanan, minuman maupun obat-obatan. Namun MUI memprotes UU Ciptaker tersebut. Warganet pun ramai-ramai mengecam apa yang di protes MUI.

"Seharusnya dari dulu #BubarkanMUI lembaga mandul yg kontraproduktif buat masyarakat, nihil di urusan agama, sembrono bikin fatwa, malah terjerumus maen politik. Diisi oknum2 g kredibel dg label ulama. Harusnya diisi ulama sejati yg unggul ilmunya, besar wibawanya, hati2 berfatwa," tulis akun @Hirakasilke.

"#BubarkanMUI

Setuju! 

Kita sudah punya Kementerian Agama, ada Bimas Islam-nya. 

Kita juga punya NU dan Muhammadiyah, dua Ormas terpercaya yg bisa jadi mitra dialog pemerintah," tulis akun @ibn_sjamju

"Oke fix ya Jgn mudah terjebak Embel² Ulama, Mereka MUI mendatangi istana hanya Demi Pasal 35A Poin 2, meminta agar Presdien Jokowi mencabut UU Ciptaker hanya alasan aja. Permintaan tsb ditolak mentah² oleh Presiden," tulis akun @Marquez_93.

Diketahui rombongan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi, dikabarkan telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jumat 16 Oktober 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Najamudin Ramli menjelaskan maksud pertemuan MUI dengan Jokowi. Ia memberi alasan, pengurus MUI mengklaim menyampaikan ketidaksetujuan atas nama masyarakat terutama umat Islam kepada Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Buya Muhyidin Junaedi menyampaikan bahwa undang-undang Cilaka, atau sekarang Cipta Kerja ini ditolak oleh umat dan berbagai elemen masyarakat dengan unjuk rasa," ungkap Najamudin, Sabtu 17 Oktober 2020, yang dikutip pikiranrakyatdotcom. (pantausatu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel