Unggah Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono', Sulaiman Ungkit soal Pilpres 2019

Foto: Sulaiman Marpaung Pengunggah Kolase Ma'ruf-Kakek Sugiono (Satria 20detik)


PANTAUSATU.ID - Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung mengaku ulahnya mengunggah kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias 'Kakek Sugiono' adalah buntut dari rasa kecewanya. Sulaiman mengaku kecewa karena Ma'ruf pada Pilpres 2019 maju sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Sebenarnya bukan ketidaksukaan. Waktu sebelum itu, saya hanya jadi kurang simpati lagi ketika dia menjadi, mencalon cawapres, itu aja. Karena menurut saya kalau ulama itu 'saya kurang apa?'. Kalau dia bergabung ke politik atau bahkan menjadi salah satu calon...," kata Sulaiman dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Bareskrim Polri, Jumat (2/10/2020) malam.

"Ya itulah, makanya apa.. Saya sama Pak Kiai itu dulu awalnya saya gemar, saya kagum, saya gemar lihat Ma'ruf Amin ini karena saya anggap... saya salut lah karena agama, ilmunya, masalah wawasan agamanya. Saya salut sama Kiai Ma'ruf Amin ini," lanjut dia.

Sulaiman mengaku kekesalannya bertambah saat menonton sebuah kanal YouTube, yang menayangkan Wapres Ma'ruf berbicara soal aliran musik K-Pop. Menurut Sulaiman, Wapres Ma'ruf tak pantas mengatakan K-Pop menjadi inspirasi masyarakat Indonesia.

"Masalah K-Pop itu saya memandang dia adalah ulama, kiai, termasuk Kiai saya jugalah, karena dia kan Ketua MUI Pusat. Artinya pada saat itu saya mendengar bahwa K-Pop itu, budaya Korea itu untuk dijadikan, menjadi inspirasi masyarakat Indonesia. Pandangan saya, kalau pandangan saya, karena dia ulama, kiai dan Ketua MUI, saya rasa tidaklah sepantasnya dia mengucapkan itu, itu aja," kata Sulaiman.

"Jadi ketika sudah jadi Wapres ada kebijakan-kebijakan yang menurut saya, yang dia seorang ulama, bahkan dia bicara masalah K-Pop, itulah masalahnya kan. Inilah yang membuat saya apa sama beliau.. kurang inilah.. Karena saya dulu awalnya saya memang apa kali lah sama Ma'ruf Amin ini. Dia seorang ulama yang saya banggakan," imbuh Sulaiman.

Sebelumnya, Sulaiman dilaporkan karena mengunggah foto kolase Ma'ruf dan Kakek Sugiono. Sulaiman dilaporkan ke Polres Tanjungbalai. Unggahan tersebut telah dihapus dan Sulaiman meminta maaf. Meski demikian, tangkapan layar posting-annya telah beredar dan viral. Polisi melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Sulaiman ditangkap di rumahnya di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Jumat (2/10). Pelaku diketahui menggunakan akun Facebook Oliver Leaman S saat mem-posting kolase foto Ma'ruf dan 'Kakek Sugiono'.

"Iya benar tim melakukan penangkapan," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat dimintai konfirmasi.

Penangkapan ini dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Atas perbuatannya, Sulaiman disangkakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Sejumlah barang bukti disita polisi dalam penangkapan ini, yakni satu unit ponsel, akun Facebook, dan SIM card.

Kasus ini bermula ketika tangkapan layar berisi foto Ma'ruf disandingkan dengan gambar animasi wajah 'Kakek Sugiono' yang diunggah salah satu akun FB viral. Ada narasi 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Di usia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat' yang ditulis pemilik akun'. (detik/pantausatu)  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel