PSI Sesalkan Oknum Lurah Mainkan Isu Politik SARA di Pilkada Tangsel

Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Ferdiansyah menyesalkan oknum lurah yang memainkan isu politik SARA di Pilkada Tangsel. 


PANTAUSATU.id
- Menyikapi beredarnya pemberitaan terkait penyebaran isu SARA dari salah satu oknum lurah pada aplikasi grup chatting, PSI sangat menyesalkan hal tersebut dan meminta ada penegakan aturan.

"Kami memiliki suara bulat dengan tidak memberikan ruang upaya berpolitik dengan isu SARA. Dengan kejadian dugaan oknum lurah memainkan isu SARA, kami mendesak agar ada ketegasan," ujar Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Ferdiansyah, Selasa (6/10/2020). 

Menurut dia, politik SARA akan menjadi preseden buruk dengan hasil akhir memecah masyarakat dan menurunkan kualitas demokrasi yang sehat.

"Saya sudah ingatkan di berbagai kesempatan bahwa ASN harus netral. Lurah, camat, kepala dinas atau ASN lainnya harus bersikap netral dan tidak boleh terlibat dalam proses kampanye paslon manapun yang sedang berkontestasi," tegasnya.

Siapapun itu yang berstatus ASN yang tergabung dalam lingkup Pemkot Tangsel harus dapat memberikan contoh yang baik karena ASN pastinya terikat dengan semua aturan yang berlaku.

"Jika ingin melakukan politik praktis, maka baiknya lepas dulu (mengundurkan diri) sebagai ASN baru dapat bebas melakukan politik praktis selayaknya masyarakat biasa. Itu pun tidak boleh menggunakan isu SARA," kata Ferdi. 

Lurah, camat maupun kepala dinas diberikan kewenangan untuk menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat di masing masing instansinya untuk dapat bekerja baik sesuai tugas dan fungsinya, bukan malah melakukan provokasi yang mengarah pada isu SARA. Jika ini terbukti benar, maka harus dapat diproses sesuai ketentuan dan hukum berlaku.

"Saya mengimbau semua pihak untuk menghindari isu SARA. Juga mengingatkan semua kontestan untuk tidak menyeret ASN dalam kontestasi politik. Demikian juga agar ASN tetap netral dan tidak melayani tawaran-tawaran siapapun untuk memanfaatkan posisinya sebagai ASN untuk ikut serta dalam kegiatan kampanye," ungkapnya. (sindo/pantausatu)  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel