PKS Sedih Sugik Nur Ditangkap, Netizen: Kita Sedih NU Dihina

Mardani Ali Sera PKS


PANTAUSATU.id
- Politisi PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan kesedihannya atas penangkapan penceramah Agama Sugik Nur. Mardani sedih lantaran pasal yang digunakan berupa pasal karet.

"Sedih karena pasal karet UU ITE pasal 27 dan 28 kembali dipakai. Ini sebenarnya buruk bagi perkembangan demokrasi," ujar Mardani Ali Sera, dilansir RMOL, Sabtu (24/10).

Pernyataan Mardani tersebut mengundang beragam reaksi masyarakat di media sosial Twitter. Para netizen menohok balik bahwa pasal karet yang dimaksud Mardani Ali Sera merupakan UU yang dibuat jaman Presiden SBY yang didukung PKS. 

"Pasal karet itu di undangkan jaman presidennya sby yg di dukung pks partainya si mardani," tulis @ttheomanalu.

Tanggapan netizen lainnya juga tak kalah menohoknya. "Si Aloevera ini ga mudeng kalo kebebasan berpendaat itu beda jauh sama kebebasan memaki. Kebebasanmu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Kebebasan berdemo itu dibatasi oleh kebebasan org mencari nafkah dgn tenang. Maennya kurang jauh...," tulis warganet @djasMpu.

Ada pula warganet yang heran lantaran kesedihan Mardani Ali Sera untuk Sugik Nur. "Kita sedih NU dihina,

@MardaniAliSera dari @PKSejahtera sedih lantaran penghinanya ditangkap..," tulis netizen @YRadianto.

Dan yang membuat warganet tak habis adalah masih saja ada saja berpolitik pakai jual agama. "Gimana ya kira2 matinya org yg suka menjual agama utk kepentingan politik pribadinya?," tulis @Erick_Lubis.

Diberitakan, Sugik Nur diciduk Bareskrim dirumahnya di Malang, Jawa Timur pada hari Sabtu (24/10/2020) dini hari. Sugik Nur diciduk lantaran bersama Refly Harun membuat konten yang berisi penghasutan, pelecehan, provokasi terhadap Nahdlatul Ulama. (pantausatu)   

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel