Menunggu Revolusi Rizieq Seperti Menanti Khilafah atau PKI Bangkit Lagi: Mustahil!

Orasi di aksi 212 oleh Habib Rizieq. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan


PANTAUSATU.id
- Revolusi Habib Rizieb menjadi kabar yang cukup mengangetkan, apalagi ia dikabarkan akan pulang untuk mempin itu. Kabar kepulangan Imam Besar FPI ini pun sempat membuat publik bertanya-tanya, emang benar-benar mau pulang ya dari Arab Saudi dan revolusi bakal terjadi?

Informasi kepulangan Habib Rizieq memang jadi perdebatan yang cukup lama. Dan tentu saja mengandung kontroversi. Bagi mereka yang pro kepulangan ini menuding campur tangan pemerintahan Jokowi sebagai kunci sulitnya beliau pulang ke Indonesia. Apalagi selama ini ia dianggap kritis dan kerap menuding pemerintah adalah dalang pelbagai kasus yang menimpa sang Imam Besar dan membuatnya tidak bisa pulang.

Meski begitu, tampaknya ada secercah harapan untuk kepulangan beliau. Terkini, Ketua Umum FPI, Ahmad Shobri Lubis, bahkan dengan terang-terangan menyebutkan bahwa status pencekalan Rizieq resmi dicabut. Informasi itu tentu saja disambut gegap gempita, apalagi disampaikan Ketika momen demo tolak omnibus law Cipta Kerja di Jakarta, (13/10) kemarin.

“Hari ini imam besar secara resmi sudah dicabut cekalnya dan hari ini sudah dibebaskan dari denda-denda apa pun karena Habib Rizieq Syihab tidak bersalah di Saudi Arabia,” kata Shabri.

Shabri mengatakan hal itu sambil berorasi di atas mobil komando dan berada di hadapan para pendukungnya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Tapi, itu saja belum cukup. Kepulangan ini membawa kabar gembira, sebuah titah yang akan mengubah wajah negeri ini—paling tidak menurut mereka.

Kabar gembira itu adalah: Habib Rizieq pulang dan akan memimpin revolusi.

Menariknya, kepulangan HRS ini dikalim bukan sekadar kepulangan biasa, tetapi juga segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi.

“Dewan Pimpinan Pusat FPI dan umat Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pemerintah Saudi dan semua pihak yang membantu Habib Rizieq Syihab, termasuk semua umat Islam yang mendoakan beliau agar selalu dilindungi dan segera pulang ke Indonesia. Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi,” jelas Shabri.

Ya, anda tidak salah baca. Revolusi akan tiba dan Habib Rizieq yang akan memimpinnya. Bukan pula aktivis-aktivis gerakan kiri maupun akhi-akhi dakwah dalam naungan harakah hizbut tahrir yang akan memimpin, melainkan Habib Rizieq, sebagaimana paparan Shabri Lubis.

Tapi, lagi-lagi kita bertanya, revolusi macam apa yang bakal dipimpin oleh Habib Rizieq? Entahlah.

Satu hal yang pasti, Duta Besar Indoesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh. Membantah pernyataan itu. Ia menjelelaskan dengan detail bahwa status beliau saat ini di keimigrasian Kerajaan Arab Saudi masih berupa ‘blinking merah’.

Tanda ini berarti: Habib Rizieq belum bisa keluar. Habib Rizieq belum dapat lampu hijau dari pemerintah Saudi untuk meninggalkan negeri Arab dan memupus harapan untuk pulang ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih ‘blinking merah’,” kata Agus seperti dikutip detikcom.

Jadi, kita lantas bertanya lagi, revolusi apa yang bakal dipimpin oleh Habib Rizieq? Atau ini hanyalah ilusi semata, seperti halnya ilusi yang mengganggap PKI akan bangkit lagi dan itu terjadi tiap bulan September tiba, atau bahkan seperti mustahilnya khilafah bakal mengganti sistem demokrasi yang sudah mengakar dan diterima di banyak negeri di seluruh dunia?

Satu hal yang pasti, revolusi tidak akan datang dalam waktu dekat dan Habib Rizieq entah kapan pulangnya. [DP]


Sumber: https://islami.co/menunggu-revolusi-habib-rizieq-seperti-menanti-khilafah-atau-pki-bangkit-lagi/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel