Menohok! Hilmi Firdausi Bungkam Saat Ditanya Nabi Muhamad Sesat

Hilmi Firdausi


PANTAUSATU.id
- Kasus Karikatur Hina Nabi masih terus menjadi sorotan publik, termasuk di Indonesia. Pegiat media sosial yang berafiliasi ke PKS yaitu Hilmi Firdaus turut serta memberikan sumbangsih opininya. 

Di akun Twitter pribadinya, Hilmi Firdaus terpantau mengecam Perancis. Kecaman Hilmi Firdausi tentunya dengan dalil-dalilnya.

"Ada yg bilang "Nabi saya memaafkan org yg menghinanya". Rasul sbg pribadi mmg tak pernah marah ktika pribadinya dihina. Tp jumhur ulama sepakat menghina Rasulullah hukumannya adlh mati sesuai Hadits dari Ali RA & Ibnu Abbas RA. Membela Allah & RasulNya adlh kwjiban setiap muslim," tulis @Hilmi28, Kamis (29/10/2020).

Bak bergayung disambut, cuitan Hilmi Firdausi itupun direspon warganet dengan akun @yusuf_dumdum. Dumdum bertanya bagaimana apabila ada ustadz yang ngatain Nabi Muhamad sesat?

"Kalau ada yg ngatain Nabi Muhammad pernah SESAT selama hidupnya, itu menghina atau tidak? Hukumnya apa?," Tulis @yusuf_dumdum.

Hingga konten ini dibuat Hilmi Firdausi belum menjawabnya. Pertanyaan Dumdum malah dijawab netizen lainnya di kolom komentar Twitter pribadinya. 

"Pertanyaan yg sulit n bahkan ngga akan pernah terjawab....," Tulis @eko63691.

"Kalau yg ngatain masih satu kaum mah bebas.kan sama MISKIN NALAR..," tulis @JafYaya2150.

"Kl shohibnya yg ngatain ga pa pa,satu prahu," tulis @alas_kurusetra.

"Sealiran mah bebas," tulis @mury_eko.

Diketahui, tahun 2018 lalu, heboh berita seorang ustadz muda bernama Evie Effendi berceramah melalui media sosial YouTubenya. 

Evie Effendi dengan ciri pakai tutup kepala ala anak rock, menyebut semua manusia pernah mengalami kesesatan, termasuk Nabi Muhamad. 

"Semua orang di bumi pernah sesat, termasuk nabi Muhammad. Orang yang merayakan maulid berarti sesat," kata Evie, di isi ceramahnya di YouTube, tahun 2018 yang lalu, seperti dikutip portal berita liputan6. 

Atas ceramah Evie yang memprovokasi tersebut mendapat kecaman berbagai masyarakat, salah satunya dari PBNU. (pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel