Hanafi Rais Anak Ideologis Amien Rais Disebut sebagai Pemimpin Masa Depan

Foto Tiga Generasi M Syuhud Rais, Amien Rais, Hanafi Rais. Tangkapan layar YouTube Amien Rais Official


PANTAUSATU.id
- Hanafi Rais, putra sulung pendiri Partai Ummat Amien Rais, disebut sebagai pemimpin masa depan. Hal tersebut dikatakan loyalis Amien Rais, Chandra Tirta Wijaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat ditanya SINDOnews soal 'Foto Tiga Generasi' M Syuhud Rais, M Amien Rais, dan Ahmad Hanafi Rais dalam video yang tayang di Channel YouTube Amien Rais Official. Video yang tayang Jumat (9/10/2020) malam itu berisi tentang 'Falsafah Perjuangan Amien Rais'.

'Foto Tiga Generasi' tersebut muncul di detik 23-25 video itu. Diketahui, M Syuhud Rais adalah ayahanda dari Amien Rais, sementara Hanafi Rais merupakan putra sulung Amien Rais.

"Foto itu (muncul di video) hanya kebetulan, tidak ada yang spesial, hanya ada foto yang menyatakan tiga generasi ya yang diambil itu," ujar Chandra kepada SINDOnews, Minggu (11/10/2020) malam.

Chandra mengatakan, tidak ada maksud tertentu dari munculnya 'Foto Tiga Generasi' tersebut. Dia pun menampik bahwa munculnya foto Hanafi Rais tersebut lantaran mantan Ketua Fraksi PAN DPR RI itu akan dipersiapkan sebagai ketua umum Partai Ummat, partai baru yang didirikan Amien Rais dan rekan seperjuangan.

Namun, Chandra tak berkilah kalau ada yang menyatakan Hanafi Rais sebagai pemimpin masa depan. "Kalau pemimpin masa depan ya pasti masa depan, apakah itu pemimpin Republik ini atau pemimpin umat," katanya.

Chandra mengatakan, Hanafi Rais adalah 'paket komplet' pemimpin masa depan. 

"Usia Mas Hanafi sudah cukup, sudah 40 tahunan, sudah pernah menjadi anggota Dewan, ketua fraksi, wakil ketua umum (PAN), pendidikan mumpuni, anak ideologis tokoh bangsa ini, jadi komplet," jelasnya.

Nah, lanjut Chandra, kini tergantung pada Hanafi, apakah mampu memaksimalkan segala kelebihan yang ada pada dirinya sekarang ini. 

"Itu semua kembali kepada Mas Hanafi sendiri," ujar mantan anggota DPR RI dari Fraksi PAN ini.

Yang jelas, lanjut Chandra, Hanafi sudah membuktikan diri bahwa jabatan dan harta bukan segalanya dan bukan hal yang harus ditakuti jika kita tak memilikinya. Itu dibuktikannya dengan mundur dari jabatan ketua fraksi PAN DPR RI, anggota DPR RI, dan salah satu wakil ketua umum PAN.

"Ketika sesuatu (jabatan) sudah tidak sesuai dengan hati nurani, tuntunan agama, dengan entengnya dia melepaskannya tanpa beban. Ciri-ciri pemimpin masa depan ya begitu, tidak silau dengan harta dan jabatan," pungkasnya. (sindo/pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel