Disebut Massa Bayaran, PMII Ancam Polisikan Deklarator KAMI Gatot Nurmantyo

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang


PANTAUSATU.ID
– Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) akan melaporkan Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, ke pihak kepolisian. Soalnya, PMII merasa dituduh oleh Gatot telah berdemonstrasi menolak deklarasi KAMI di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 7 September 2020.

"Gatot telah mencemarkan nama baik PMII secara kelembagaan. Karena secara jelas-jelas menuduh penolakan dirinya atau organisasinya di Bandung yang dilakukan oleh PMII, padahal tidak ada penolakan yang dilakukan oleh PMII di bandung. Oleh karena itu, atas statement-nya PB PMII akan menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot," kata Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA, Kamis, 1 Oktober 2020.

Acara KAMI saat itu menuai demonstrasi penolakan. Ia pun menyebut Gatot menuduh PMII ada di balik demo penolakan itu lantaran sedang mencari uang. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan pihaknya tidak akan ragu-ragu untuk menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot.

“Karena pernyataan Gatot telah merendahkan nama baik organisasi PMII," kata Agus.

PMII menegaskan, pihaknya tidak menolak Gatot di Bandung. Soalnya, kata Agus, Gatot dan KAMI-nya pasti ditolak di mana-mana karena tidak membawa gagasan baru, malah bikin pengumpulan massa di era pandemi COVID-19.

“Baiknya Gatot melakukan gerakan positif untuk penanganan COVID-19 dengan membantu masyarakat yang lebih konkret dan berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui aksi-aksi nyata. Bukan konsolidasi mengumpulkan massa dengan menciptakan kerumunan orang untuk memenuhi ambisi politiknya sendiri seakan tidak peduli kesusahan rakyat,” katanya.

PMII pun membagikan video pernyataan Gatot yang dinilai mencemarkan nama baik PMII. Pernyataan Gatot diucapkan saat acara KAMI di Surabaya dibubarkan, Pada saat itu, Gatot berkeyakinan, para pendemo yang mengganggu acara KAMI sebenarnya sedang mengais rezeki untuk melanjutkan hidup keluarga.

Dia lantas menyinggung peristiwa saat KAMI deklarasi di Bandung, Jawa Barat. Saat itu acara KAMI didemo oleh kelompok mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Gatot lantas meminta anggota dan simpatisan KAMI untuk tidak memarahi mahasiswa dari PMII yang demo. Menurutnya, mereka sedang berjuang untuk mencari rezeki demi melanjutkan hidup.

"Seperti kemarin PMII itu di Bandung, saya bilang jangan dimarahin, dia mahasiswa yang mungkin menetap di sini bapaknya di daerah kena PHK nelepon anaknya, ‘nak saya enggak bisa ngirim’. (Dia) lagi bingung (lalu) ditawari demo dan diterima," kata Gatot Nurmantyo di di Masjid Assalam Puri Mas Surabaya, Jawa Timur, Senin, 28 September.

"Sama juga dengan ketua PMII sini yang 16 juta sekian itu, jangan marah, mungkin dia sebagai ketua PMII dilihat mahasiswanya kesulitan perlu uang ada tawaran demo ada bayaran ya dia terima untuk menambahi mahasiswa yang lainnya lagi," sambungnya.

"Buktinya apa? Setelah itu dia mengundurkan diri meminta maaf, itu lah yang namanya hebat," katanya.

Atas dasar itu, Gatot berharap kepada semua anggota dan simpatisan KAMI agar tidak memarahi pihak-pihak yang mendemo setiap KAMI melakukan pergerakan. Ia justru meminta semua pihak agar medoakan pihak-pihak yang mendemo KAMI.  

"Ya jadi sekali lagi, KAMI dimanapun berada kalau ada demo jangan hakimi saudara-saudara kita kasihanilah mereka, doakan mereka, semoga mereka selamat pulang ke rumah lagi dengan selamat," ujar Gatot. (viva/pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel