Wahidin Halim Ogah Ikut-ikutan Istilah Rem Darurat Covid-19 seperti Anies Baswedan

Post a comment
Gubernur Banten Wahidin Halim


PANTAUSATU.ID
- Pemprov Banten memutuskan untuk tidak akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat, seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam rapat evaluasi PSBB dengan kepala daerah dan forkompinda wilayah Tangerang Raya di Kota Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2020).

"Kami tidak mengenal 'rem darurat', tapi terus menjalankan PSBB secara kontinu dalam penanganan Covid-19 di Banten," ujar Wahidin dalam keterangan resmi, Jumat malam.

Menurut Wahidin, sejak April lalu wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota dan Kabupaten Tangerang serta Tangerang Selatan tetap menerapkan PSBB.

Kebijakan Pemprov Banten ini berbeda dengan DKI Jakarta yang pada Juni lalu telah menerapkan PSBB transisi dengan pelonggaran-pelonggaran di sejumlah lini.

"Banten sejak awal terus melanjutkan PSBB. Yang membedakannya saat ini adalah lebih luas ke wilayah kabupaten/kota selain wilayah Tangerang," ungkap Wahidin.

Adapun PSBB tetap terus diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam segala aktivitas.

"Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan selama ini sudah bagus. Tapi akan kita tingkatkan lagi," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menarik rem darurat atas meningkatnya kasus Covid-19 di ibu kota dengan menerapkan kembali PSBB secara ketat.

Penerapan PSBB seperti awal pandemi Covid-19 akan dimulai pada Senin, 14 September 2020, menggantikan PSBB transisi yang sudah diterapkan DKI sejak 5 Juni lalu. (tribun/pantausatu) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment