PDIP: Andre Dilarang Ikut Campur Minta Ahok Dicopot dari Pertamina

Post a Comment

Aria Bima (ariabima99/Twitter)


PANTAUSATU.ID
- Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDIP Aria Bima mengingatkan Andre tidak mencampuri urusan internal BUMN.

"Kita itu terbatas dalam Pasal 91 UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN, tentang organ perusahaan, dilarang ikut campur. Selain organ perusahaan, tidak boleh mencampuri BUMN," ujar Aria Bima dalam perbincangan, Rabu (16/9/2020).

Pria yang akrab disapa Bima ini mengingatkan DPR punya batas terhadap mitra kerjanya. DPR hanya berwenang pada aspek kinerja terhadap mitra, termasuk Komisi VI kepada Pertamina.

"Dalam kaitan bagaimana mengukur benefit korporasi dan benefit terhadap pertumbuhan ekonomi atau PDP yang selalu kita tekankan kan di situ. Itulah batas-batas yang membatasi kita untuk tidak ikut-ikut bicara soal menjagokan siapa dan minta mundur atau tidak, terbatas pada pasal itu," tuturnya.

"Andre ini kan semangatnya menggebu-gebu sehingga lupa pasal itu," sambung Bima.

Andre, yang merupakan politikus Gerindra, meminta Ahok dicopot dari Pertamina lantaran geram atas pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Ahok dinilai membuat gaduh karena membongkar masalah yang ada di Pertamina.

Lewat video berdurasi 6 menit yang diunggah akun YouTube POIN, Ahok membongkar soal direksi yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor. Aria Bima juga mengkritik cara Ahok tersebut.

"Tapi Ahok juga bukannya benar lho. Ahok sebagai pejabat publik itu kan harus ada etikanya. Substansi tentang kebenaran itu ada ruang untuk mengujinya," sebut Bima.

Politikus PDIP dari Dapil Jateng itu menyatakan pembenahan di BUMN, termasuk di Pertamina, sudah menjadi komitmen bersama. Hanya, Bima meminta Ahok juga tahu tempat untuk membicarakannya.

"Cuma Ahok ini kan tidak bisa membedakan dia Ahok dengan Basuki Tjahaja Purnama. Kalau Basuki Tjahaja Purnama ini komisaris, ini organ perusahaan. Saran saya, ini yang bicara seharusnya bukan Ahok ini, tapi Basuki Tjahaja Purnama sebagai komisaris," kata Bima.

"Kalau komisaris harus tahu tempat dan waktu disampaikan teguran kepada Pertamina itu kepada siapa dan forumnya. Tentunya itu kepada pemegang saham, pada saat RUPS itulah Basuki Tjahaja Purnama itu sebagai komisaris Pertamina. Kalau yang ngomong kemarin itu sebagai Ahok," imbuhnya.

Bima tidak menampik substansi yang disampaikan Ahok merupakan hal yang penting. Namun sekali lagi, ia mengingatkan Ahok bisa melihat forum yang tepat untuk membahasnya.

"Walaupun substansi yang dibicarakan Ahok kemarin itu sesuatu yang penting untuk suatu perubahan yang mendasar dan untuk transparansi di Pertamina, salah tempat dan salah timing dan kepada siapa dia menyampaikan itu. Dia punya forum di rapat pemegang saham," tutur Bima.

Komisi VI pun menyoroti hal yang disampaikan Ahok. Bima menyebut akan membahas apa yang disampaikan Ahok dalam rapat kerja dengan Pertamina.

"Kalau soal substansi nanti kita juga akan tanyakan juga di rapat, kalau ada kesepakatan nanti kita undang," ucap Bima.

Sebelumnya diberitakan, Ahok membongkar soal direksi yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor. Ahok mengatakan memiliki cara untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya lelang terbuka.

Selain membongkar hobi direksi yang suka melobi-lobi kementerian, Ahok mengungkap masalah lain, yakni manipulasi gaji. Ahok menyebut kerap menemui masalah terkait gaji, khususnya di jabatan direktur utama anak perusahaan.

"Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama harusnya gaji mengikuti jabatan Anda, ungkap Ahok.

Pernyataan Ahok inilah yang membuat Andre lantang meminta Presiden Jokowi mencopot Ahok. Andre menilai Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

"Menurut saya sebagai anggota DPR Komisi VI, ya, yang mitra BUMN bahwa tidak gunanya Presiden mempertahankan Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komut Pertamina. Kenapa? Pertama, ya, yang bersangkutan selalu membikin gaduh," kata Andre kepada wartawan, Selasa (15/9). (cnn/pantausatu) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment