Pandangan NU soal Pernyataan Menag 'Radikalisme Lewat Good Looking-Hafiz'

Post a comment
Ketua PBNU Marsudi Syuhud (Kanavino/detikcom)


PANTAUSATU.ID
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi pernyataan Menag Fachrul Razi soal cara masuk paham radikal yang memantik kontroversi. PBNU menyatakan paham radikal bisa masuk lewat pintu mana saja.

"Iya namanya saja headliners, itu bisa masuk dari pintu mana saja, dari pintu mana saja dari website dari internet, itu kan termasuk, masuk dari mana-mana, wong namanya pandangan begitu, itu keyakinannya dia, ya dari mana-mana," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Marsudi mengatakan pernyataan Menag Fachrul soal radikalisme masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik bisa jadi didasari pengalaman mantan Wakil Panglima TNI tersebut. Marsudi menjelaskan sebuah pemahaman bisa juga menyebar lewat pertemanan.

"Kalau saya dari mana-mana bisa, itu kan menurut pengalamannya dia, pengalamannya Menag begitu, tapi kalau namanya paham bisa dari masuk dari mana-mana, paham dari buku-buku dari bacaan dari pertemanan, dari yang tadinya belum begitu paha, temannya kaya gitu, lama-lama kebawa," tutur dia.

Menurut Marsudi, pernyataan Menag Fachrul itu pada intinya meminta masyarakat selalu waspada. Jika ada pemahaman yang menyimpang, masyarakat diminta segera melapor.

"Yang penting tidak di situ persoalannya, persoalannya adalah di kewaspadaannya, masyarakat harus bisa mendeteksi kepada sekelilingnya gitu aja, kalau ada paham-paham menyimpang laporkan, walaupun mereka apa judulnya, itu intinya sesungguhnya kita disuruh hati-hati," imbuh dia.

Pernyataan Menag Fachrul Razi terkait strategi paham radikal masuk di lingkungan ASN dan masyarakat itu disampaikan di acara webinar bertajuk 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara', yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB, Rabu (2/9). Awalnya Fachrul menjelaskan paham radikal di lingkungan ASN harus diwaspadai saat dia pertama kali masuk dan dengan cara apa dia masuk.

"Kalau kita bicara tentang radikalisme ASN, maka banyak tempat yang perlu kita waspadai, tempat pertama adalah pada saat dia masuk, kalau tidak kita seleksi dengan baik, khawatir kita benih-benih atau pemikiran-pemikiran radikal itu akan masuk ke pemikiran ASN," kata Fachrul mengawali diskusi.

Fachrul kemudian meminta KemenPAN-RB atau instansi lainnya yang berkaitan menyeleksi ASN harus betul-betul memperhatikan itu. Lalu, dia mengatakan ada kemungkinan radikalisme itu masuk dengan dua cara, yakni melalui lembaga pendidikan dan di rumah ibadah.

Selain melalui pendidikan, ada paham radikal yang masuk melalui rumah ibadah ASN atau di lingkungan masyarakat. Dia pun bercerita pernah mendeteksi adanya paham radikal di lingkungan kementerian, tapi dia tidak menyebut kementerian mana.

"Saya katakan di tempat institusi pemerintahan sangat banyak peluang untuk masuk pemikiran-pemikiran radikalisme. Sehingga saya pernah mengingatkan seorang menteri karena saya pernah salat Jumat di tempat itu, mohon maaf kalau saya bilang salat Jumat, bukan berarti kalau radikal itu hanya Islam saja, bukan. Saya salat Jumat di masjid itu saya terkejut saya WA menteri yang bersangkutan 'Bu ini bahaya sekali nih, kok saya salat Jumat di situ khotbahnya menakutkan banget itu, kok bisa seperti itu masuk di kita'. Beliau bilang 'Pak dulu banyak lagi, sekarang sudah saya kikis habis masih ada sisa-sisanya dikit, akan saya kikis habis lagi', jadi kembali ini, luar ibadah bukan hanya di luar sana. Di dalam BUMN, di lingkungan pemerintahan pun masuk," ungkapnya.

Adapun cara paham radikal masuk adalah melalui orang yang berpenampilan baik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang bagus. Si anak 'good looking' ini, kata Fachrul, jika sudah mendapat simpati masyarakat bisa menyebarluaskan paham radikal.

"Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan," ucapnya. (detik/ps) 

Reactions:
Pantausatu
Berita terkini dan indipenden

Related Posts

Post a comment