MUI Minta Umat Nonton Film G30S/PKI, Warganet Beri Komentar Pedas

Post a Comment
Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi. (Foto: Republika/Prayogi)


PANTAUSATU.ID
- Majlis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan semua warga Indonesia khususnya umat Islam agar menyaksikan film Pengkhianatan G30S/PKI. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi.

“Hal ini sangat penting agar seluruh bangsa Indonesia memahami sejarah bangsanya di masa yang lalu, karena sebuah bangsa yang tak paham akan sejarahnya maka bangsa tersebut akan mengalami disorientasi dan kegelapan akan masa depannya,” kata Kiai Muhyiddin seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat (25/9).

Kiai Muhyiddin menambahkan, komunis adalah paham anti-agama dan anti-Pancasila. Partai berhaluan komunis bisa hilang dan dilarang, tapi ideologinya masih tetap hidup.

“Kini banyak kader komunis menyusup ke berbagai ormas dan organisasi sosial politik skala nasional dan sudah berani menampakan jati dirinya sebagai generasi penerus komunis,” ujarnya.

Pernyataan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapat banyak tanggapan dan komentar dari warganet.

“Ga sekalian kasih fatwa? Dulu dilarang tayang pd mingkem, sekarang pd maksa suruh nonton. Ada apa dg kalian?”, ujar akun MrsRachelIn

“ORANG WARAS TDK AKAN PATUH & TDK AKAN PERCAYA LSM MUI | Saran sy, LSM @MUIPusat, jadi Parpol saja, toh sdh pengalaman di “BAWAH”asuhan Soeharto, bahkan sdh piawai kompromi spt parpol, misalnya soal JUDI LOTERE SSB, SDSB hingga PORKAS”, tambah @AnakKolong_

Bahkan, menurut @narkosun sudah ngaco karena menganjurkan warga menonton Film yang tidak sesuai fakta sejarah.

“Kok makin ngaco aja ini. Film yg ga sesuai fakta sejarah disuruh nonton. Bukannya itu termasuk menyesatkan pak? Dulu kita diwajibkan nonton film ini tiap tahun. Setelah Orba turun, sdh ga ada kewajiban itu. Eh sekarang disuruh nonton lagi. Maunya apa?”, tegas @narkosun


(Suara Islam) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment