Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diusulkan Menjadi Pemburu PKI

Post a Comment
Gatot Nurmantyo


PANTAUSATU.ID
- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang juga menjadi Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Jokowi terkait dugaan kebangkitan komunisme atau PKI gaya baru. Pernyataan mantan Panglima TNI itu menuai menuai respons beragam di masyarakat.

Surat terbuka tersebut mendapat respon dari Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Dia menilai isu kebangkitan PKI sudah tak laku untuk kepentingan politik elektoral. Hal itu dikatakan Adi, jika mencuatnya pernyataan Gatot itu dihubungkan dengan politik nasional.

“Isu PKI enggak laku sebagai jualan politik elektoral. Karena tak terbukti. Pilpres 2019 isu PKI santer sekali tapi gak ngefek sama sekali,” ujar Adi seperti dikutip dari SINDOnews, Kamis (24/9/2020).

Bahkan, menurut Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyebut ada dua nama sebagai “PKIBuster” atau “Pemburu PKI”.

Dua sosok itu adalah mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Teddy mengusulkan agar Presiden Jokowi menggaji Gatot sebagai Pemburu PKI.

Usulan itu disampaikan Teddy melalui akun Twitternya di tengah ramainya sorotan publik terhadap Gatot Nurmantyo yang belakangan ini kerap menggaungkan isu kebangkitan PKI gaya baru.

“Tahun 2017, saya usul ke pak Jokowi untuk menggaji Kivlan zen sebagai pemburu PKI. Nah, Tahun 2020 saya usul agar Pak Jokowi menggaji Gatot Nurmantyo sebagai pemburu PKI. @Nurmantyo_Gatot,” tulis Teddy Gusnaidi.


(suaraislam/pantausatu) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment