Gatot Nurmantyo Hembuskan Isu Komunis Untuk Adu Domba Dan Pecah Belah Bangsa?

Post a comment
Screenshot artikel terkait Gatot Nurmantyo


PANTAUSATU.ID
- Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo hari ini banyak dibicarakan oleh netizen, sayang bukan karena prestasi yang menonjol, namun karena masih berjualan isu komunisme yang membuat bising sosial media.

Gatot rajin berjualan isu komunisme, diduga dilatar belakangi oleh ambisi untuk menjadi presiden Republik Indonesia, sayangnya lagi-lagi ambisi tersebut bukan didukung oleh prestasi, namun karena rajin mengoreng isu lawas.

Netizen pemilik akun twitter @takviri dalam cuitannya mengungkit pernyataan Gatot yang berbeda-beda terkait isu yang makin gencar dijualnya menjelang peringatan hari Gerakan Tiga Puluh September tahun ini.

Dalam cuitannya @takviri melampirkan dua gambar tangkapan layar dari artikel yang memberitakan pernyataan Gatot yang berbeda beda sesuai kepentingannya saat itu.

Saat menjadi Panglima TNI Gatot menegaskan isu tenaga kerja asing dari China yang membanjiri Indonesia, dan juga isu tentang Komunisme adalah sebuah pembelokkan isu.

Isu itu sengaja dihembuskan oleh pihak asing agar bangsa Indonesia terlena sehingga tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya adalah Indonesia tengah di kepung oleh kekuatan-kekuatan besar dunia di kancah geo-politik, seperti konflik Laut China Selatan, ISIS, dan ancaman terhadap Blok Masela.

“Kita dibelokkan dengan isu-isu seperti ini. Kalau namanya komunis, (maka) TNI dan umat Islam, tanpa dikomando siap melawan,” kata Panglima saat menyampaikan ceramah umum dalam acara Refleksi Akhir Tahun Fokal IMM di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, (28/12/2016) dikutip dari RMOL.ID.

Namun setelah tak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot berubah, Dia mengklaim mengendus bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, Gatot mengaku sudah mencium adanya kebangkitan komunis di Indonesia sejak 2008.

“Saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia gaya baru diawali sejak 2008,” kata mantan Panglima TNI ini dalam kanal Hersubeno di YouTube.

“Setelah saya mendapat informasi-informasi sehingga saya memaksakan membungkus semua gerakan ini. Semua pasti ingat dengan proxy war karena belum saatnya saya membuka gerakan mereka,” sambungnya, dikutip dari jambiekspres.co.id, Selasa (22/09/2020)

Plin plannya sikap Gatot itu juga mendapat banyak cemooh dari netizen lainnya.

@ken_eth_aj: Artinya @Nurmantyo_Gatot gagal sebagai Panglima TNI waktu itu.

@arip_nugroho: Adu domba & pecah belah dari elite sdh biasa, ketawain aja ga pd takut.

Byk iblis lg pinjam corong buat goda orang iman, sabar, zuhud, tawakal. Ntar saat iblis balikin corong dia br sadar tau2 minta maaf, beli materai, cari kambg hitam, blg ga sengaja, ga bs kendalikan diri.

@dimas_skeptis: Agak menyedihkan bila di era smartphone begini ada tokoh yg tidak paham konsep “jejak digital” Bila ada, bisa disimpulkan bahwa tokoh tsb memang hanya cocok menjadi tokoh DI MASA LAMPAU

@nyolongsate: Bener dua duanya.Yang ngaku cium kebangkitan komunius menghembuskannya untuk adu domba dan pecah belah bangsa. Ketauan siapa oknumnya kan. Dia…

@Niko09476362: Oalah tot tot,,pengen dadi presiden gitu amat caranya,,,ra bakalan dadi kowe tot,,,mending macul ngurus kebon karo wedus,,


(melekpolitik) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment