Arief Poyuono: Staf ahli BUMN digaji hingga Rp 100 juta, pemborosan!

Post a comment
Arief Poyuono


PANTAUSATU.ID
- Staf ahli direksi BUMN dinilai hanya pemborosan anggaran. Sebab, gaji staf ahli direksi BUMN bisa mencapai Rp 100 juta per bulan padahal kinerjanya tak terlalu penting.

"Kok direksi BUMN butuh staf ahli sih yang jumlah hingga belasan, dan gajinya hingga Rp 100 juta. Anehnya lagi banyak staf ahlinya dari luar BUMN. Saya yakin mereka tidak menguasai corporate culture BUMN. Makanya, wajar saja hanya hitungan jari saja BUMN yang benar-benar bisa profit dan menyetor deviden ke negara," ujar Ketua Umum Federasi BUMN Bersatu, Arief Poyuono, di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Menurut Arief, direksi tidak perlu punya staf ahli karena sudah ada kepala divisi dan general manager di BUMN yang memiliki kemampuan dalam mengelola BUMN dibandingkan staf ahli.

"Sudah jelas, staf ahli di BUMN itu mirip mandor kawat saja kok sebenarnya, alias cuma numpang makan agar pendaringan nasi tetap isi dan enggak ada kerjanya dan cuma bikin boros biaya operasional BUMN," katanya.

Arief mengungkap Surat Edaran bernomor SE-9/MBU/08/2020 dan ditandatangani langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam surat edaran tersebut, Direksi BUMN diperbolehkan memperkerjakan staf ahli paling banyak lima orang. Artinya, selain direksi dilarang mempunyai staf ahli.

Kemudian, staf ahli yang telah diangkat bertugas memberikan analisis dan rekomendasi atas permasalahan strategis di lingkungan perusahaan berdasarkan penugasan yang diberikan direksi. "Sebaiknya, tidak perlu adalagi staf ahli direksi apalagi kalau berasal dari luar BUMN," pungkasnya.


Sumber: BeritaSatu.com 

Reactions:
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Related Posts

Post a comment