Viral di Twitter Kisah Dokter Positif Covid-19, Sempat Kesal saat Tak Bisa Cium Bau Parfum

Post a Comment
Tangkapan layar postingan dokter di medsos

PANTAUSATU.ID - Seorang dokter bernama Ardiles membagikan kisahnya yang terinfeksi virus corona.

Padahal, dirinya selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat berada di rumah sakit.

Bahkan, ia mengaku tak pernah pergi kemana-mana, ia hanya menghabiskan waktu di rumah sakit dan di indekosnya.

Kisah itu dibagikan Ardiles melalui akun Twitter pribadinya, @Ardilol, Sabtu (29/7/2020).

Ardiles mengungkapkan, dirinya pertama kali merasakan gejala batuk pada Jumat (21/7/2020).

Kemudian pada Sabtu (22/7/2020), dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat itu mengalami demam yang tidak turun-turun, padahal ia sudah minum obat setiap 4 jam sekali.

Lantaran hal itu, ia akhirnya melakukan cek darah dan swab tes tenggorokan untuk mengetahui apakah dirinya terinfeksi Covid-19.

Ternyata dari hasil laboratorium menyatakan kondosinya normal, sehingga ia hanya diberi vitamin dengan dosis tinggi dan antibiotik untuk pertolongan pertama.

Pada Minggu (23/7/2020), Ardilesmerasakan badannya sudah enakan, tapi sekira pukul 14.00 WIB badannya kembali demam.

Kemudian keesokan harinya, Ardilesmulai merasakan anosmia, yaitu tidak bisa mencium bau apapun.

Di situ, ia mulai merasakan stres karena kesal tidak bisa menyium bau apapun.

"Terus gua semprot parfum ke hidung gua saking g percayanya, still g ada bau apa2 cuma gua sakit aja ketusuk tajemnya alkohol si parfum.

Akhirnya gua cek darah lg karna masih berharap DBD (hasil swab blm keluar).

Hasil lab nya normal lg dan ditambah anosmia yg merupakan gejala pada sedikit sekali penyakit including COVID19 (klo g itu ya Stroke, ya masa gua stroke pak??), yaudah gua lanjut isolasi mandiri di kos (dah g plg sebulan kyk Bang Toyib)," tulis Ardiles.

Sampai akhirnya pada Jumat (28/7/2020), ia sering mengalami deman hingga mencapai 37,8 celcius, padahal ia sudah rutin minum antibiotik.

Akhirnya, ia di antar temannya ke salah satu rumah sakit tempat temannya bekerja untuk melakukan swab tes sekalian menjalani perawatan medis.

Ia menjalani swab tes keduanya, lantaran swab tes-nya yang pertama lama keluar.

Dari hasil swab tes keduanya itu, CT Scan thorax-nya terdapat bercak.

"Ground Glass Ophacity, yg ada di sebagian besar kasus COVID-19 pneumonia (infeksi paru COVID-19).

Oh iya saya jg sedikit berat dan sakit kalau napas," tulisnya.

Saat dikonfirmasi, Ardilesmengatakan, hingga kini dirinya belum mengetahui darimana ia bisa tertular Covid-19.

Meski ia bekerja di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, namun ia selalu menggunakan APD lengkap.

"Bisa saja APD bolong kecil nggak kelihatan, saat di ruang istirahat, saat bertemu nakes lain di ruang istirahat."

"Atau saat perjalanan ke rumah sakit pakai ojol (ojek online) secara di jalanan nggak ada yang pakai masker," kata Ardiles saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (1/8/2020).

Untuk itu, Ardiles mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Sebab, virus corona bisa menginfeksi siapapun tanpa terkecuali, dari rakyat biasa hingga pejabat bisa terjangkit Covid-19.

Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa bijak dalam menerima setiap informasi tentang Covid-19.

"Tetap patuhi protokol kesehatan kalau memang harus keluar rumah."

"Jangan percaya hoax, cari kebenarannya dulu dari sumber terpercaya," terangnya.

Ardiles menjeskan, penyebaran Covid-19 di Indonesia sudah tidak terkendali.

Ditambah lagi dengan sebagian masyarakat yang masih enggan menggunakan masker.

Lantaran hal itu, siapa saja rentan terkena virus corona. (din)


Sumber: tribunnews
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment