Setelah Kampus, Program Bela Negara Bakal Sasar SMA Hingga SD

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono. (Dok. Humas Kemhan).


PANTAUSATU.ID - Kementerian Pertahanan tengah menggodok skema program Bela Negara untuk lingkungan pendidikan tinggi, dalam hal ini universitas, selama satu semester. Selain itu, program Bela Negara juga terbuka diterapkan untuk jenjang pendidikan usia dini, sekolah dasar hingga menengah atas.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono mengatakan bukan tidak mungkin program Bela Negara ini juga diturunkan ke level pendidikan sekolah menengah atas atau SMA dan sederajat, SMP, SD hingga usia dini.

"Lalu kemudian (setelah kampus) kalau kita diturunkan lagi ke level SMA, SMP dan kemudian SD, dan sampai ke usia dini," kata Trenggono dalam sebuah wawancara sebuah radio, Rabu (19/8).

Saat dikonfirmasi, Trenggono membenarkan hal tersebut. Ia bahkan menegaskan bela negara seharusnya ditanamkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Bela Negara sudah seharusnya ditanamkan sejak dini mulai dari PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi," katanya.

Trenggono mengatakan Kemenhan juga tengah merumuskan model pembelajaran seperti apa yang paling cocok diterapkan untuk program Bela Negara di level SMA dan SMP.

Sementara untuk usia dini, kata Trenggono model pembelajaran terbaik adalah peran orang tua sedini mungkin terkait tanah air dan bela negara.

"Misalnya peran orangtua untuk ikut terlibat dalam memberi dongeng. Sebelum tidur ke putra putrinya didongengkan tentang Indonesia. Budaya Indoonesia, sejarah Indonesia. Kenapa, karena pada menjelang tidur lah hal yang dia bisa masuk ke otaknya," kata Trenggono.

Lagi pula menurut Trenggono, Bela Negara sebenarnya tak hanya dikhususkan untuk para mahasiswa yang tersebar di berbagai universitas. Masyarakat secara keseluruhan berhak mendapat program Bela Negara sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

"Tidak hanya milenial, termasuk yang dewasa pun harus punya jiwa bela negara, karena kalau engga ya kita ini kan harus ada yang kita banggakan di kancah Internasional, kebanggaan kita sebagai warga, sebagai bangsa," kata dia.

Trenggono menambahkan program Bela Negara yang dicanangkan pihaknya tidak melulu berhubungan dengan militeristik. Bela Negara adalah suatu didikan untuk membentuk karakteristik cinta negara bagi masyarakat.

Apalagi, kata Trenggono, dengan teknologi saat ini, pengaruh budaya luar akan dengan mudah masuk dan menyusupi pikiran-pikiran penerus bangsa. Bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit rasa memiliki atas negara sendiri pun akan terkikis.

"Seluruh kegiatan saat ini jalurnya menggunakan digital sehingga pengaruh dari luar besar. Nah tinggal kita, apa akan bisa menjadi negara yang mampu mempengaruhi pihak lain atau kita yang terpengaruh," kata dia.

"Jadi (program bela negara) bukan soal kegelisahan bahwa masyarakat, kemudian milenial ini sudah lupa negara. Mereka tinggal di sini besar di sini, dan mereka juga harus berbuat sesuatu bahwa ada kedaulatan bangsa ini harus dijaga semua pihak," jelasnya. (din)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel