Politikus PAN: Boleh Buka Kelas di Zona Kuning, Tapi Mendikbud Harus Tetap Serius Benahi PJJ

Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki. 


PANTAUSATU.ID - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN Zainuddin Maliki angkat bicara perihal pembukaan sekolah tatap muka di zona kuning Covid-19.

Menurut Zainuddin, boleh saja pemerintah membuka sekolah yang berada di zona kuning.

Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta harus tetap serius membenahi pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

"Boleh buka kelas di zona kuning, tapi Nadiem harus tetap serius benahi PJJ," ujar Zainuddin, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (11/8/2020). 

Dia mengatakan PJJ harus dibenahi karena tidak menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Komisi X DPR RI sudah mendesak Kemendikbud untuk melakukan berbagai langkah perbaikan terhadap pelaksanaan PJJ. 

Namun yang terjadi justru semakin banyak keluhan dari siswa, orang tua, serta pihak sekolah terkait dengan penerapan PJJ.

Zainuddin mengutip survei TBM Lentera Pustaka pada akhir Juli 2020 yang menyebutkan 71,1 persen orang tua, ibu-ibu merasa kerepotan dengan PJJ.

Oleh karenanya, pemerintah mengambil opsi alternatif dengan membuka sekolah. Zainuddin sendiri meminta pemerintah benar-benar bisa memastikan bahwa proses belajar-mengajar tatap muka di zona kuning dilakukan dengan pertimbangan seksama. 

"Pembukaan sekolah benar-benar harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Janji memprioritaskan keselamatan pendidik dan peserta didik harus bisa diwujudkan," kata dia. 

Kemendikbud diminta menjamin semua sekolah yang menyelenggarakan kelas tatap muka memiliki sarana prasarana protokol kesehatan yang memadai.

"Penggunaan masker, sanitizer, disinfektan dan terutama menerapkan disiplin siswa berpola hidup bersih di sekolah harus bisa diterapkan dengan baik. Kemendikbud harus bisa menjamin manajemen kelas benar-benar bisa dikelola sesuai prinsip physical distancing," imbuhnya. 

Selain itu, Zainuddin meminta Kemendikbud segera memetakan data orang tua siswa yang setuju dengan kelas tatap muka dan yang masih memilih bertahan dengan PJJ. 

"Karena diperkirakan masih banyak orang tua yang belum berani mengizinkan putra-putrinya ikut masuk sekolah di zona kuning,  terutama yang berada di zona merah, maka Kemendikbud harus tetap serius membenahi PJJ. Identifikasi keluhan yang ada selama ini dan segera lakukan perbaikan," tandasnya. (din)


Sumber: tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel