Polisi Ultimatum Penyerang Midodareni untuk Serahkan Diri

Ilustrasi. (iStockphoto/tzahiV)


PANTAUSATU.ID - Polresta Surakarta menangkap dua terduga pelaku pengeroyokan acaramidodareni di kediaman Alm. Assegaf bin Jufri, Kampung Mertodranan, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon.

Dua orang berinisial BD dan HB tersebut dibekuk di Kota Solo, Minggu (9/8) sore.

Kapolresta Surakarta Kombes Andy Rifai mengatakan penangkapan dilaksanakan setelah polisi meminta keterangan dari sembilan saksi yang melihat kejadian yang mengakibatkan tiga anggota keluarga luka-luka.

"Dalam waktu kurang dari 24 jam kami bisa mengamankan dua orang yang diduga ada di TKP saat terjadi pengeroyokan dan pengerusakan," kata Andy di Mapolresta Surakarta, Senin (10/8).

Ia menambahkan saat ini Polresta dibantu Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri terus mengembangkan kasus intoleran itu. Selain dua orang tersebut, Andy mengaku telah mengantongi nama sejumlah pelaku lain. Polisi juga masih mengidentifikasi peran masing-masing pelaku yang terlibat termasuk HB dan BD.

Ia meminta semua pelaku menyerahkan diri dalam waktu 2 x 24 jam. Polisi tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika tenggat waktu itu dilanggar.

"Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan tidak ada itikad baik untuk menyerahkan diri, kami akan melakukan penangkapan dengan cara kami. Karena perbuatan mereka sudah jelas mencoreng kebhinekaan yang ada di negara ini," katanya.

Seperti diketahui, sekelompok massa intoleran mengepung acara midodareni atau malam sebelum ijab kabul putri ketiga Habib Umar Assegaf. Polisi sempat berusaha memediasi dan meminta massa membubarkan diri. Namun karena desakan massa yang kuat, polisi terpaksa mengevakuasi keluarga yang berada di dalam rumah.

Saat evakuasi beberapa orang dari massa intoleran itu menyerang keluarga dengan memukul dan melemparkan batu. Akibatnya, tiga orang dari keluarga luka-luka termasuk Habib Umar yang mengalami luka di kepala.

Salah satu anggota keluarga, Memed mengatakan acara ijab kabul tetap dilangsungkan sesuai rencana di Gedung Baabul Mushthofa milik Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dengan pengamanan dari polisi.

"Hanya saja pernikahan yang sedianya dilangsungkan oleh Habib Umar terpaksa digantikan oleh anak tertuanya," katanya. (ps)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel