Mumtaz Rais Sampaikan Permintaan Maaf ke Nawawi Pomolango Atas Insiden di Pesawat Garuda

Nawawi Pomolango dan Mumtaz Rais. Foto: ANTARAFOTO 


PANTAUSATU.ID - Ahmad Mumtaz Rais meminta maaf atas insiden cekcok antara pramugari dan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di pesawat Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8). 

"Atas nama pribadi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi, menyusul peristiwa di kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta," ujar Mumtaz Rais, dalam keterangannya, Sabtu (15/8). 

Mumtaz mengaku khilaf atas perbuatannya. Menurut dia, apa yang dilakukannya itu tak sepantasnya terjadi. "Saya mengaku khilaf dan telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya. Pada saat itu saya sedang mengalami kelelahan dan terpancing emosi. Namun tetap tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan saya meminta maaf sebesar-besarnya," kata dia. Lebih lanjut Mumtaz juga meminta maaf kepada Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango atas tindakannya yang tak pantas itu. 

"Saya memohon maaf kepada Pak Nawawi Pomolango, Wakil Ketua KPK, karena tindakan saya yang tidak pantas. Kepada para awak kabin Garuda Indonesia serta pihak Garuda Indonesia. Kepada pihak-pihak yang dirugikan dan terganggu karena pemberitaan ini. Juga kepada seluruh masyarakat. Saya menyadari tindakan saya telah menjadi contoh yang tidak baik," ujar dia. Ahmad Mumtaz Rais, terlibat cekcok dengan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8). 

Alasannya, Mumtaz yang saat ini merupakan penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia tidak terima ditegur oleh kru kabin, pramugari, dan Nawawi yang duduk tak jauh darinya karena memakai HP di pesawat yang tengah proses refuelling atau mengisi bahan bakar. 

Nawawi akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Pos Polisi Bandara Soekarno-Hatta. (pantausatu)


Sumber: kumparan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel