Menkeu Era SBY Sebut BLT Lebih Efektif Dongkrak Ekonomi

Menkeu era Presiden SBY, Chatib Basri. (CNNIndonesia)


PANTAUSATU.ID
- Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengungkapkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) lebih efektif mendorong konsumsi masyarakat di tengah pandemi corona, ketimbang bansos sembako. Karenanya, ia menyarankan pemerintah memberikan BLT ketimbang menambah sembako kepada masyarakat terdampak pandemi covid-19.

"Kalau kita bicara untuk mendongkrak demand, jika Anda memberikan uang kepada masyarakat kelas menengah ke atas, mereka akan menyimpan uang itu. Jadi kelompok orang yang akan menghabiskan uang itu adalah masyarakat kelas menengah ke bawah," ujarnya, Rabu (19/8).

Selanjutnya, ketika permintaan berhasil dikerek naik, maka secara otomatis perekonomian juga ikut bangkit. Ia pun menilai pemberian BLT ini lebih efektif mendorong perekonomian ketimbang insentif pajak. Pasalnya, bisnis saat ini ikut lesu tertekan corona sehingga perusahaan tidak mengantongi pendapatan dan tidak mampu membayar pajak.

"Sejak awal saya bilang insentif pajak tidak akan berjalan. Kenapa? Karena ketika perusahaan mengalami kerugian mereka juga tidak akan membayar pajak. Jika tidak ada aktivitas ekonomi, kenapa pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk insentif pajak?" imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah mengalokasikan dana penanganan covid-19 pada pos-pos yang memang penyerapannya maksimal, seperti BLT. Dalam catatan pemerintah, dari seluruh pos penempatan dana penanganan covid-19, penyerapan berada di bidang perlindungan sosial atau bantuan sosial (bansos) paling tinggi yaitu sebesar Rp86,5 triliun, setara dengan 48,8 persen dari alokasi Rp203,91 triliun.

"Jadi mengalokasikan dana untuk tempat-tempat di mana pemerintah mampu memaksimalkan penyerapannya seperti BLT," katanya.

Per 6 Agustus, realisasi dana penanganan pandemi virus corona baru sebesar Rp151,25 triliun. Angka itu setara dengan 21,75 persen dari total alokasi yang sebesar Rp695,2 triliun. (din)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel