Mahfud: Yang Bilang Ada Islamofobia, Itu Pihak yang Kalah

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD


PANTAUSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan tak ada ketakutan terhadap Islam atau Islamofobia di Indonesia.

"Dulu sampai akhir 70-80 malu-malu. Pakai jilbab jarang. Sekarang semua pakai jilbab. Tidak ada sekali lagi islamplophobi saat ini. Kalau ada yang bilang, itu pihak yang kalah saja. Karena yang diserang mereka juga memperjuangkan Islam," kata Mahfud dalam siaran pers, Selasa (18/8).

Sebaliknya, kata Mahfud, setelah 75 tahun Indonesia merdeka, ajaran Islam justru terus mengalami kemajuan pesat. Bahkan saat ini banyak umat Islam memiliki posisi penting di pemerintahan.

"Lambat laun, Islam mulai mendapat tempat. Hingga kini, pemeluknya bebas mendapat hak yang setara dan bahkan menempati berbagai posisi penting di republik ini," kata Mahfud.

Di awal kemerdekaan, menurut Mahfud banyak umat Islam yang disudutkan hingga tak diberi banyak peran di pemerintahan. Namun hal itu justru berbeda saat ini.

"Awal kemerdekaan, mau jadi tentara nggak boleh. Tapi sekarang, semua berubah. Makanya salah kalau orang menyebut ada islamophobi," kata dia.

Tak hanya itu, Mahfud juga menyinggung soal larangan beribadah. Kata dia, di Indonesia tak ada sama sekali larangan kegiatan keagamaan bagi umat Islam. Bahkan di kabinet, kantor kementerian, BUMN, kantor pemerintahan, banyak musholla dan acara kajian keagamaan yang tumbuh subur dan gampang ditemui.

"Di kantor polisi ada pengajian, Kapolresnya pintar ngaji, pintar dakwah. Di kantor TNI juga demikian. Di kampus-kampus, Islam sudah terang-terangan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengatakan di Indonesia ajaran islam yang cocok diterapkan saat ini adalah ajaran Islam Wasathiyah. Ajaran ini merupakan gagasan dalam agama Islam yang tidak condong ke kanan ataupun ke kiri.

"Memang perlu disebarluaskan wacana keilmuwan Islam Wasathiyah. Islam jalan tengah. Yang tidak ekstrim ke kanan dan ke kiri. Ya inilah yang cocok bagi bangsa Indonesia," kata dia.

Bahkan, kata dia, sejak Kemerdekaan Indonesia dirumuskan banyak tokoh Islam yang terlibat mengambil pemikiran jalan tengah. Salah satunya yakni dengan tidak memaksakan kehendak untuk mendirikan negara Islam di Indonesia dan menerima ajatan agama lain sebagai agama-agama yang diterima negara.

"Jalan tengah ini telah dirumuskan tokoh Islam yang tergabung dalam BPUPKI. Mereka menisbikan Islam di Indonesia adalah moderat, karenanya tidak memaksakan untuk mendirikan negara Islam," kata Mahfud. (ps)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel