Kelompok Jihad Hamas Palestina Kecam Perdamaian UEA dan Israel

Ilustrasi milisi Hamas. Hamas sebagai salah satu organisasi perjuangan Palestina mengecam perjanjian damai antara Israel dan Uni Emirat Arab. (AFP PHOTO)


PANTAUSATU.ID - Dua kelompok perjuangan Palestina, Hamas dan Jihad Islam, mengecam normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab dan menilai kesepakatan itu sama saja menikam mereka dari belakang.

Keduanya menyebut perdamaian antara UEA dan Israel sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip bangsa Palestina, Arab dan Islam serta melenceng dari sejarah.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, menyatakan UEA harus membatalkan perjanjian yang memalukan itu.

"Kami akan tetap melanjutkan perjuangan dan perlawanan terhadap penjajahan, dan kami tidak akan terpengaruh dengan aksi pengkhianatan ini, tetapi kami turut merasakan sakit karena rakyat Palestina seperti ditikam belati dari belakang," kata Haniyah, seperti dilansir Middle East Monitor, Minggu (16/8).

Pemimpin Jihad Islam, Ziyad Al-Nakhala, menyatakan akan terus melanjutkan koordinasi dengan para pemimpin dari kedua organisasi itu, meski UEA dan Israel memutuskan berdamai.

Israel dan UEA sepakat berdamai dan setuju menjalin hubungan diplomatik dalam perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat. Israel dan UEA diketahui sudah sejak lama memelihara hubungan terselubung dan gagasan untuk meresmikannya muncul beberapa kali dalam setahun terakhir.

Kesepakatan itu dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Netanyahu, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed.

Israel dilaporkan setuju menghentikan upaya aneksasi wilayah Palestina. Komitmen tersebut tertuang di bawah perjanjian perdamaian antara ketiga negara.

Israel dan UEA akan bertemu dalam beberapa pekan mendatang untuk membahas investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan dan pendirian kedutaan.

Perwakilan Palestina di UEA dilaporkan akan segera ditarik akibat dampak dari perjanjian damai itu. Sedangkan Turki menyatakan akan mempertimbangkan memutus hubungan dengan UEA.

Pemerintah Iran juga mengkritik langkah UEA yang memutuskan berdamai dengan Israel. (din)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel