KAMI Diharapkan Menjadi Penyeimbang Demokrasi, Berikan Kritik Konstruktif kepada Pemerintah

Post a Comment
Sejumlah tokoh nasional menghadiri deklarasi KAMI di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020). 

PANTAUSATU.ID - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh sejumlah tokoh beberapa hari yang lalu, mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Satu di antaranya datang dari Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar. Menurutnya, terbentuknya KAMI ini membuktikan adanya kesadaran dan kepedulian dari tokoh-tokoh bangsa terhadap kondisi Indonesia saat ini.

“Negara membutuhkan elemen-elemen penyeimbang, maka deklarasi KAMI (koalisi aksi menyelematkan Indonesia) kemarin adalah energi yang baik untuk memperkuat pemerintahan Jokowi-Amin,” ujarnya saat ditemui di kantor Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam, Brawijaya IX Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/8/2020).

Ia menambahkan, pihaknya mendukung segala bentuk upaya penyelamatan yang dilakukan oleh seluruh elemen dan golongan, baik itu dari angkatan tua, atau terlebih dari angkatan muda.

Terutama ungkapnya, tokoh-tokoh dalam KAMI ini akan mampu membantu Jokowi dalam menegur kabinet-kabinetnya yang mayoritas tidak memiliki terobosan berarti di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 di masa resesi dunia saat ini.

“Kita tahu bersama, Jokowi terkesan agak sulit menegur menteri-menterinya karena sebagian besar berasal dari Partai Politik. Itu yang membuat percobaan penyelesaian masalah bangsa ini menjadi minim sinergi dan seringkali membingungkan bagi rakyat yang menyaksikan, karena narasi menteri seringkali berbeda dengan presiden,” tegasnya.

Sebelumnya sejumlah tokoh berkumpul dan mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka menganggap, negara saat ini sudah melenceng jauh dari yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa.

Beberapa tokoh seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Abdullah Hehamahua hingga Said Didu, nampak hadir. Mereka menyatakan koalisi ini merupakan gerakan moral yang terbentuk atas keresahan bersama terhadap kondisi bangsa terkini.

Punya semangat yang sama

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibentuk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh-aktivis merupakan bagian dari ekspresi demokrasi.

Karyono berharap, KAMI yang diklaim sebagai gerakan moral itu memiliki semangat yang sama.

Yaitu dilandasi oleh semangat persatuan dan gotong-royong untuk menyelamatkan Indonesia dari pandemi virus corona atau Covid-19 dan pelbagai permasalahan yang tengah dihadapi saat ini.

"Semua tokoh yang tergabung di dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia itu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul sebagaimana telah dijamin oleh konstitusi," kata Karyono kepada Tribunnews.com, Selasa (4/8/2020).

Kartono juga menilai, jika semangatnya untuk memperkuat pondasi demokrasi, maka kehadiran KAMI sebagai gerakan oposisi dibutuhkan di tengah lemahnya oposisi di parlemen.

Oleh karena itu, pemerintah tidak perlu reaktif dan alergi terhadap pelbagai ragam kritik.

Pun sebaliknya, Din Syamsudin dan sejumlah tokoh yang bergabung atau mendukung gerakan KAMI jangan marah atau alergi jika publik mengkritik langkah mereka.

"Itulah konsekuensi dari negara demokrasi dimana kita harus saling menerima perbedaan pendapat. Oleh karena itu pula kita bisa sependapat dan sebaliknya bisa berbeda dengan Din Syamsudin, dkk dalam memandang persoalan bangsa saat ini," ucap Karyono.

Namun demikian, meskipun ada perbedaan pandangan tetapi ia yakin 100 persen ada kesamaan rasa dengan tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI yaitu perasaan yang sama dalam mencintai tanah air Indonesia.

Pun soal narasi menyelamatkan Indonesia yang menjadi alasan pendirian KAMI, tentu semua setuju karena setiap anak bangsa berkewajiban untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari keterpurukan.

Ia pun menyebut, mungkin yang membedakan hanya persoalan cara pandang. (din)


Sumber: tribunnews
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment