Insiden Pengusiran Petugas Bawaslu Membuat Citra Timses Muhamad-Saraswati Dianggap Arogan

Fadel Galih, petugas Bawaslu Tangsel, di Resto Kampung Anggrek, Serpong, Tangsel, Selasa (18/8/2020).


PANTAUSATU.ID - Insiden pengusiran petugas BawasluTangerang Selatan (Tangsel) di acara deklarasi koalisi partai pengusung Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berdampak pada nilai elektoral pasangan tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, Selasa (18/8/2020).

"Dugaan pengusiran dua anggota Bawaslu Tangsel saat deklarasi Muhamad-Saras sangat memperihatinkan. Yang pasti ini akan memberikan dampak elektoral bagi pasangan Muhamad-Saras yang cenderung merugikan," ujar Adib.

Menurutnya, masyarakat akan melihat tim sukses (timses) Muhamad-Saraswati arogan karena menghalangi tugas pengawasan penyelenggara negara.

"Publik tangsel akan melihat berita di media massa bahwa Timses Muhamad-Saras arogan. Ini akan menjadi sebuah kelemahan," ujarnya.

Adib mengatakan, seharusnya timses menunjukkan sikap yang santun demi menampilkan citra calon yang didukungnya.

"Padahal yg harus dilakukan adalah saatnya membranding produk politik (Muhamad-Saraswati) yang santun guna mencari simpati agar orang suka dan jatuh pilihan," ujarnya.

Pekerjaan rumah (PR) timses bertambah karena insiden pengusiran itu.

Terlebih, citra arogan juga akan tersangkut paut dengan sepak terjang pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang pernah dilakukan Muhamad saat menjabat Sekretaris Daerah Tangsel.

"Apalagi masyarakat juga akan melihat jejak digital soal dua figur, khususnya Muhamad yang juga lumayan banyak melakukan dugaan pelanggaran ketika masih menjadi PNS. nah ini PR berat bagi timses untuk menaikkan citra dan image," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, petugas BawasluTangsel, Fadel Galih, yang bertugas mengawasi acara deklarasi koalisi partai pengusung Muhamad-Rahayu Saraswati di Resto Kampung Anggrek, Serpong, Tangsel, Selasa (18/8/2020).

Saat sedang bertugas, Fadel diintimidasi dan dilarang mengambil foto serta video acara oleh seorang pria yang dicirikan berbadan gempal mengenakan pakaian biru.

Fadel juga diusir dari area utama acara yang dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dan Sekjen Gerindra yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani itu.

Secara keseluruhan, acara tersebut dihadiri ratusan kader serta relawan dari tujuh partai pengusung dan pendukung pasangan calon Muhamad-Rahayu SaraswatiDjojohadikusumo: PDIP, Gerindra, PAN, Hanura, NasDem, Perindo dan Garuda. (din)


Sumber: tribunjakarta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel