Indonesia Tetap Dukung Palestina Pasca Israel-UEA Berdamai

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Dok. Kemlu RI)


PANTAUSATU.ID - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan posisi Indonesia terhadap Palestina masih tetap berpegang kepada Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan kesepakatan internasional, sebagai tanggapan atas kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.

Hal itu diutarakan Retno di Twitter setelah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal Bin Farhan Al-Saud, ketika bertukar pandangan terkait masalah Palestina.

"Saya menggarisbawahi posisi Indonesia bahwa penyelesaian masalah Palestina-Israel harus berdasarkan pada Resolusi DK PBB yang relevan dan parameter yang disepakati secara internasional, termasuk solusi dua negara," tulis Retno di Twitter.

Pada 13 Agustus lalu, Israel dan UEA sepakat melakukan normalisasi hubungan. Keduanya setuju menjalin hubungan diplomatik dalam perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat.

Lewat kesepakatan itu, Israel juga setuju untuk menghentikan upaya aneksasi wilayah Palestina.

"Selama pertemuan dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Netanyahu, kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," tulis Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nayhan, dalam pertemuan tersebut, dicuitkan melalui akun Twitter.

Kecewa atas kesepakatan itu, Palestina lalu menarik duta besarnya di UEA sebagai bentuk protes.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan penarikan tersebut merupakan permintaan Presiden Mahmud Abbas.

Palestina dengan keras menolak kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai "pengkhianatan" terhadap perjuangan mereka, termasuk klaim mereka atas Yerusalem sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Palestina juga menuntut diadakan pertemuan darurat Liga Arab.

"Ini adalah hari kelam dalam sejarah Palestina. Kesepakatan ini sangat berbeda dengan konsensus Arab. Rakyat Palestina tidak mengizinkan siapa pun memberikan konsesi kepada Israel dengan imbalan apapun," ujar anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Ahmad Majdalani, dilansir dari The New York Times. (din)


Sumber: cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel