Serangan Udara Israel ke Suriah Tewaskan 1 Anggotanya, Hizbullah Mengancam Bakal Balas Dendam

Post a Comment
Jet tempur siluman

PANTAUSATU.ID - Sejumlah akun media sosial yang berkaitan dengan gerakan Hizbullah membuat pernyataan dengan nada ancaman balas dendam terhadap Israel.

Dipantau oleh Jerussalem Post, Selasa (21/7/2020), ratusan akun bergambar martir tersebut sedang berkabung berkat terbunuhnya anggota mereka di Suriah.

Sebuah akun di media sosial memperlihatkan para anggota Hizbullah mengendarai mobil -sebuah ikonik yang umum-, dan dilaporkan menuju ke Kubah Batu, Yerusallem.

Lebih jauh lagi, banyak akun terlihat mengutip ayat keagamaan pada momen duka atas kepergian anggota mereka, Ali Kamel Mohsin, mengutuk Israel dan mengucapkan pernyataan bernada ancaman balas dendam.

Sementara itu, media Al-Mayadeen -sebuah media pro-Hizbullah- menyebut Israel takut akan pembalasan.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah melaporkan bahwa Israel sedang melakukan pengawasan.

Foto ini diambil pada Maret 2020, saat para pendukung gerakan Hizbullah di Lebanon membawa peti mati pejuang kelompok yang tewas di Suriah, selama prosesi pemakaman mereka di pinggiran ibukota Lebanon, Beirut, pada tanggal 1 Maret 2020. (AFP) 

Adapun Hizbullah turut memonitor media Israel, dan melalui medianya meminta agar negara tersebut bersiap.

"Jika darah dari martir membangunkan tidur kami, maka satu keyakinan kami bahwa akan datang kesempatan untuk membalas," kata sebuah pengguna media sosial.

Para pejuang Hizbullah merupakan satu di antara korban tewas dalam serangan Israel di Suriah.

Dalam setahun belakangan, beberapa kali Israel menyerang Suriah menggunakan pesawat tanpa awak.

Tewasnya Seorang Pejuang Hizbullah

Seorang pejuang Hizbullah tewas oleh serangan udara yang dilakukan Israel di dekat bandara Damaskus, Suriah.

Sayyid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah. (Wikimedia) 

Korban bernama Ali Kamel Mohsen yang berasal dari wilayah selatan Lebanon.

Menurut sebuah sumber dari Hizbullah, kematiannya dianggap syahid lantaran berjuang untuk agama, dilansir Reuters, Rabu (22/7/2020).

Hizbullah, sebuah organisasi politik dan paramiliter kelompok Syiah sempat mengancam akan ada pembalasan di kemudian hari buntut terbunuhnya anggota mereka di Suriah.

Organisasi Hizbullah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel, Kanada, dan Australia.

Sementara Iran aktif mendukung organisasi ini untuk melawan pengaruh barat di timur tengah.

Asap mengepul menyusul serangan udara Israel yang menargetkan wilayah selatan ibukota Damaskus, pada 20 Juli 2020. Serangan Israel di ibukota Suriah ini melukai tujuh tentara Suriah, lapor media pemerintah. (STR / AFP)
 

Serangan Udara di Israel

Setidaknya lima orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan Israel di dekat Damaskus, Suriah, dilaporkan Jerussalem Post, Selasa (21/7/2020).

Lima orang yang tewas adalah anggota militan pro-Iran.

Belum diketahui apakah militan Iran ini bagian dari warga Iran ataupun dari kelompok Hizbullah, Lebanon.

Namun, dipastikan korban bukan warga kebangsaan Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Sementara itu, kantor berita pemerintah Suriah (SANA) menyebut bahwa berkat serangan ini, tujuh tentara Suriah ikut terluka.

Dikonfirmasi SOHR, para prajurit ini adalah Angkatan Pertahanan Udara Suriah.

Dua diantaranya dikabarkan dalam kondisi serius.

Diketahui sistem pertahanan udara Suriah telah diaktifkan pada Senin (20/7/2020) setelah pesawat Israel meluncurkan rudal ke wilayah selatan Damaskus dari Dataran Tinggi Golan, lapor SANA.

"Israel menargetkan markas amunisi (milik Iran)," kata Zaid al Reys, seorang analis Suriah yang mengacu pada sumber lapangan.

Sementara itu, pertahanan udara Suriah dilaporkan ikut menangkis datangnya rudal Israel di beberapa wilayah seperti; As-Suwayda, Izraa, dan Quneitra, menurut SOHR.

Lebih jauh lagi, sebuah rudal pertahanan udara Suriah dilaporkan jatuh dan terbakar di Yordania utara saat menangkis serangan tersebut.

Media Al-Arabiya melaporkan helikopter Israel ikut dalam beberapa serangan ke pertahanan udara Suriah, Senin malam (20/7).

Tak lama setelah serangan itu, Israel menutup wilayah pangkalan udaranya di sepanjang dataran tinggi Golan hingga akhir Juli ini.

Sejumlah serangan turut menghantam kota Muqaylabiya dan Zakiya, di mana milisi Hezbollah Lebanon dan Iran dikerahkan, kata dua orang militer senior Suriah pembelot pemerintah.

Diketahui serangan Israel ini terjadi setelah sempat terhenti selama hampir sebulan belakangan.

Serangan udara Israel terkahir di Suriah terjadi pada Sabtu 27 Juni di wilayah Deir Ezzor, timur Suriah yang menewaskan sembilan milis pro-Iran.

Kerjasama Iran-Suriah

Pada awal Juli 2020, Iran dan Suriah menandatangani kerjasama militer, termasuk komitmen Iran dalam memperkuat sistem pertahanan udara Suriah.

Sejumlah anggota militer Suriah yang membelot pemerintah menyebut serangan ini menargetkan markas senjata yang dikelola Iran di Jabal al Mane, dekat Kota Kiswa.

Di tempat inilah, menurut Jerussalem Post merupakan wilayah kelompok revolusi Iran berada.

Selama beberpa bulan terakhir, Israel telah melakukan banyak serangan.

Bulan Juni 2020 misalkan, dilaporkan hampir ada serangan setiap minggunya. (din) 


Sumber: tribunnews
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment