Semprot Anies soal Kisruh PPDB DKI, DPRD DKI: Jangan Cari Kambing Hitam!


Pantausatu.id - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI menuai kritik dari orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri di DKI. Hal ini karena PPDB DKI dinilai tidak adil dan lebih memprioritaskan usia daripada prestasi.

Tak hanya orang tua, siswa pun turut serta menyuarakan kekecewaanya dan meminta Gubernur DKI Anies Baswedan agar meninjau ulang Sistem PPDB yang menitikberatkan pada faktor usia.

Menurut Anggota Komisi E DPRD DKI Fraksi PDIP, Ima Mahdiah, menilai bahwa protes warga soal proses PPDB disebabkan karena rendahnya tanggung jawab Anies Baswedan sebagai gubernur serta mekanisme PPDB yang dinilai tidak adil membuat orang tua murid tak henti-hentinya melayangkan protes.

Ima Mahdiah mendesak Anies Baswedan bisa turun langsung ke lapangan untuk mengatasi sengkarut PPDB yang tak kunjung usai dan tidak mencari kambing hitam.

“Saya harap terkait kisruh PPDB, Pak Anies tidak lepas tangan dan selalu menumbalkan Kepala Dinas Pendidikan,” kata Ima dilansir dari Kumparan, Jumat (3/7). “Makin ke sini, makin banyak orang tua siswa protes karena mekanisme PPDB dirasa tidak adil.”

Lebih lanjut, Ima menilai bahwa ada aturan dalam PPDB DKI yang dianggap tak sesuai. Kisruh PPDB tidak akan terjadi jika sejak awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu membuat sistem seleksi yang seusai dengan peraturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Ima, untuk mengatasi masalah ini, diperlukan adanya keterlibatan antar banyak sektor. Tidak cukup jika hanya mengandalkan Dinas Pendidikan.

“Jika saja Pemprov DKI dari awal membuat sistem seleksi sesuai Permendikbud, maka kekacauan ini tidak akan terjadi,” jelas Ima. “Agar kekacauan bisa segera diatasi, butuh koordinasi antarsektor, bukan hanya Dinas Pendidikan. Gubernur harus segera merumuskan solusi untuk mencari jalan tengah yang terbaik bagi semua pihak.” (suaraislam)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel