RUU HIP, Tengku Zul Mendadak Pancasilais Tapi Puji HTI

Wakil Sekjend MUI Tengku Zulkarnain

Pantausatu.id - RUU HIP masih terus digulirkan pengasong khilafah. Salah satunya Tengku Zul yang membela HTI yang tidak terima dibubarkan oleh negara.


Pernyataan keras Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain yang menyebut ‘membunuh atau membunuh itu demi kami ’jadi sorotan publik.

Pernyataan itu disampaikan Tengku Zul usai melakukan aksi penolakan terhadap rancangan undang-undang Haluan Ideopologi Pancasila (RUU HIP).

Awalnya, Tengku Zul disetujui menolak keras RUU HIP. Ia juga tak terima nama RUU HIP diubah.

“Mau kita tolak habis. Kita menerima Pancasila gotong-royong, Ketuhanan Yang Maha Esa jadi Ketuhanan Berkebudayaan, ndak ada itu. Itu semua membuat umat Islam terpinggirkan, mending tidak berhasil, ”tegas Tengku Zul, dalam video tersebut.

Menurut Tengku Zul, Pancasila sudah teruji merekatkan kebangsaan selama 74 tahun. Pancasila merupakan hasil kesepakatan yang tidak boleh diubah-ubah.

“Kalau disetujui ini dicabut, kita umat Islam menarik diri semua, bubar negara ini. Jadi jangan coba-coba membubarkan negara dengan tingkah laku yang luar biasa, yaitu mengubah Pancasila jadi gotong royong, ”kata Tengku Zul.

Tengku Zul meminta pemerintah dan meminta penegak hukum mengusir siapa yang mewacanakan RUU HIP. Orangnya harus ditangkap, jika perlu partainya dibubarkan.

Tengku Zul mengungkit pembubaran Hizbut Tharir Indonesia (HTI) yang dipertimbangkan untuk mengubah Pancasila.

“Hizbut Tahrir belum bergerak apa-apa, baru wacana-wacana saja sudah dicabut izinnya segala macam. Ini (pengusul RUU HIP) kalau perlu partainya dibubarkan, diambil orangnya, ”tambah Tengku Zul. (ps) 


Sumber: kabarpolitik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel