PAN Kepret Pangi Syarwi Chaniago: Pilkada Kota Solo Tetap Digelar Meski Gibran Lawan Kotak Kosong


PANTAUSATU.ID - Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengusulkan agar pemilihan wali kota Solo tak perlu digelar apabila Gibran Rakabuming Raka bersama Teguh Prakoso hanya akan melawan kotak kosong.

Pangi juga mengusulkan dana pilkada sebaiknya diberikan kepada warga Solo terdampak Covid-19.

Menanggapi hal itu, Partai Amanat Nasional (PAN) tetap ingin pemilihan wali kota Solo digelar meski lawan Gibran-Teguh nantinya adalah kotak kosong.

"Ya kalaupun lawan kotak kosong, tetap pilkada harus digelar. Ini perintah UU pilkada, jadi ya harus tetap digelar," ujar Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (22/7/2020).

Dikonfirmasi secara terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Eddy menilai masalah perhelatan pilkada dengan masalah Covid-19 adalah dua hal terpisah.

Menurut Eddy, pilkada menyangkut hak demokrasi seseorang untuk bisa maju dan dipilih, serta hak demokrasi dari warga untuk menentukan pilihannya.

"Dalam hal ini pemilih di kota Solo bisa mencoblos Gibran sebagai calon tunggal atau bisa mencoblos kotak kosong jika memang tidak berkenan dengan paslon yang diusung. Jadi saya kira ini menyangkut hak pilih demokrasi yang melekat pada paslon dan masyarakat," kata Eddy.

Perihal usulan dana pilkada untuk diberikan kepada warga Solo terdampak Covid-19, Eddy mengatakan pemerintah telah melakukan upaya-upaya dalam menanggulangi Covid-19 dari aspek kesehatan, sosial, maupun perekonomian.

Meski bersikeras pemilihan wali kota Solo tetap digelar, PAN menegaskan mendukung Gibran dan Teguh pada 9 Desember 2020 mendatang.

"PAN telah menyatakan dukungannya untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Kota Solo. Dan itu sudah kami sampaikan juga kepada seluruh kader PAN di Solo agar mendukung pencalonan Gibran, kemudian bekerja keras agar paslon yang kita dukung bisa menang," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, DPP PDI Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dalam pemilihan wali kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai untuk saat ini Gibran merupakan calon terkuat memenangkan pilwalkot Solo.

Peluang Gibran untuk melawan kotak kosong pun dinilai sangat terbuka.

"Kalau ada kontestan yang bisa memulai itu siapa kira-kira partainya yang kira-kira membawa perlawanan supaya ada lawan tanding yang sebanding," kata Pangi saat dihubungi Tribunnews, Senin (20/7/2020).

Jika nantinya Gibran melawan kotak kosong terwujud, Pangi menilai gelaran Pilkada di Kota Solo itu tidak perlu digelar.

Ia meyakini Gibran akan menang melawan kotak kosong, mengingat Solo merupakan basis suara dari PDIP.

Pangi menyebut dana Pilkada sebaiknya diberikan kepada warga Solo terdampak Covid-19.

"Kalau lawan kotak kosong lebih baik dana pemilu di Solo itu dikasihkan saja ke rakyat dibagi-bagi aja itu, bagi-bagi aja langsung ketimbang hambur-hamburkan duit. Petugas KPU-nya suruh rakyat datang ke TPS, abis gitu milih kotak kosong atau Gibran, ngapain gitu kan capek-capek aja," katanya.

"Lebih labik tidak perlu ada pilkada, dikeluarkan aja SK-nya, Presiden Joko Widodo keluarkan aja tuh SK-nya Gibran pemenang, dari pada ngabisin duit," imbuhnya.

Kendati demikian, Pangi masih berharap akan ada calon lain pesaing Gibran di gelaran Pilwalkot Solo.

"Tapi kalau baiknya harapan kita jangan ada kotak kosong, harapan kita memang ada kontestan yang bisa mengimbangi atau lawan tanding yang sebanding melawan Gibran," ujarnya. (din)


Sumber: tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel