NF Remaja Pembunuh Balita di Sawah Besar Sudah Bisa Menangis, Sesali Perbuatannya: Kok Saya Tega Ya

Lokasi kejadian

PANTAUSATU.ID - Kepala Balai Anak Handayani, Neneng Haryani, menuturkan NF, remaja pembunuh balita di Sawah Besar, kini sudah mengalami banyak perubahan.

NF, menurut Neneng, sudah jauh lebih peka.

"Perubahannya banyak sekali. Rasa bersalahnya, kemudian perasaannya lebih peka," kata Neneng, Jumat (17/7/2020), dikutip Tribunnews dari Tribun Jakarta.

Tak hanya itu, NF juga sudah menunjukkan perilaku lebih baik.

Neneng mengungkapkan NF sangat patuh terhadap apa yang disampaikan pihak Balai Anak Handayani.

"Dia anaknya sangat patuh, apa yang kami sampaikan tidak pernah membantah," ujarnya.

Di sisi lain, NF mulai bisa menunjukkan emosinya.

NF mengatakan ia ingin dekat dengan sang ayah.

Neneng juga menyebutkan, NF kini sudah bisa menangis dan sempat mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya yang telah menyebabkan anak tetangga meninggal.

"Sekarang dia ingin dekat dengan ayahnya. Sudah bisa menangis," kata Neneng.

"Kok saya bisa tega, ya. Kayak begitu," cerita Neneng menirukan ucapan NF.

Sementara itu, kondisi kandungan NF yang saat ini memasuki usia lima bulan diketahui sangat baik.

Neneng mengatakan NF rutin memeriksakan kandungannya satu bulan sekali ke dokter.

"Secara fisik, dia bagus. Kami sudah periksakan ke dokter kandungan kan, setiap satu bulan, satu kali sampai saat ini."

"Kondisi kandungan NF, baik," beber Neneng, dilansir Tribun Jakarta.

Pihak Balai Anak Handayani yang mengasuh NF saat inipun menyatakan siap membantu persiapan kelahiran bayi NF.

"Di sini kan banyak yang bantu nanti untuk persiapan bayinya," tandas Neneng.

Selama NF berada di Balai Anak Handayani, Neneng mengatakan remaja 15 tahun ini merasa nyaman.

Pasalnya, NF memiliki orang tua asuh dan psikolog yang mendampinginya.

Karena NF kekurangan perhatian lantaran kedua orang tuanya selalu bekerja, Neneng menuturkan suasana di Balai Anak Handayani terasa seperti keluarga.

"Di sini, NF memiliki orang tua asuh dan psikolog yang menangani NF. Jadi, seperti sebuah keluarga," tandas dia.

Diketahui, NF tak hanya menjadi pelaku pembunuhan anak tetangganya yang masih balita.

Ia juga menjadi korban pemerkosaan oleh sang paman dan mantan kekasihnya.

Cita-cita NF

NF mengungkapkan cita-citanya kepada Seto Mulyani alias Kak Seto, saat Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berkunjung ke Balai Anak Handayani Mei 2020 lalu.

Kepada Kak Seto, NF mengaku ingin melanjutkan sekolah dan menjadi komikus.

"Iya, memang dia sangat berniat untuk mengenyam pendidikan lagi,” kata Kak Seto, Senin (18/5/2020).

"Ya, salah satunya di bidang mengambar, salah satunya juga ingin di bidang seni, ingin di bidang komikus," terang Kak Seto.

Hal tersebut, menurut Kak Seto, harus didukung penuh oleh orang-orang sekitarnya.

Karena ingin menjadi seorang komikus, NF sadar betul cita-citanya itu harus digapai lewat bangku kuliah.

NF pun berkeinginan mengenyam bangku kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

"Ya salah satunya ketertarikan di bidang menggambar, semacam komikus dan salah satu yang sempat terlontar adalah ingin (kuliah) di Institut Kesenian Jakarta,” kata Kak Seto.

Menurut Kak Seto, cita-cita ini harus didukung oleh semua pihak.

Itu menandakan NF masih mempunyai semangat untuk menatap masa depan.

Ketika sudah kembali bersekolah, bukan tidak mungkin NF akan mendapat pandangan miring dari masyarakat.

Hal-hal seperti inilah yang harus diantisipasi.

"Caranya ya itu tadi, pendampingan psikologis harus tetap dilakukan. Saya apresiasi dengan tindakan Kemensos yang melihat bahwa ini anak-anak adalah korban."

"Dia benar pelaku dan harus diproses dengan Undang-Undang Pidana Anak, tetapi ini harus dibedakan dengan penjahat pembunuh yang usianya sudah dewasa dan jiwanya matang," terang dia.


artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curhat Remaja Pembunuh Balita kepada Kak Seto, tentang Penyesalannya dan Mimpi yang Tersisa"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel