Natalius Pigai: Hagia Sophia Dirampas

Natalius Pigai

Pantausatu.id - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan tidak ada intelektual muslim yang berhasil menyakinkan dirinya terkait perubahan Hagia Sophia menjadi Masjid.


Lewat akun Twitternya, Natalius mengatakan bahwa dirinya melakukan diskusi ilmiah terbuka dengan intelektual muslim, namun belum ada yang bisa meyakinkan dirinya terkait narasi Gereja menjadi Masjid.

"Dua hari ini Saya diskusi terbuka dan ilmiah tentang Hagia Shopia tapi tidak ada Intelektual Muslim yang bisa meyakinkan saya denyan narasi yang jelas seputar peristiwa dari Gereja ke Mesjid," ucapnya lewat akun Twitternya, Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan dengan dasar pustaka bahwa dirinya yakin bahwa Hagia Sophia Dirampas.

"Mereka hanya bisa tunjuk surat Transaksi yang perlu dibuktikan. sedangkan saya jelaskan peritiwa dengan dasar pustaka bahwa itu Dirampas," katanya.

Seperti diketahui Hagia Sophia yang semula berfungsi sebagai museum diubah kembali menjadi Masjid setelah Masjid Negara Turki mengumumkan keputusan perubahan status pada Jumat (10/7/2020).

Majelis Negara pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi Masjid. Selama ini Hagia Sophia berstatus menjadi museum.

Majelis Negara Turki pada Jumat membatalkan keputusan presiden 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum.

Pembatalan tersebut menjadikan Hagia Sophia berfungsi kembali sebagai Masjid mulai 24 Juli mendatang.

Keputusan ini menindaklanjuti rencana Erdogan yang hendak mengembalikan fungsi museum sebagai Masjid.

Menurutnya, Bangunan bersejarah tersebut sebagai museum merupakan langkah yang keliru.

Selama ini Haghia Sophia berstatus sebagai museum dan merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. (din) 


Sumber: akurat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel