Makin Memanas, Turki dan Yunani Saling Kecam Terkait Hagia Sophia kembali jadi Masjid

Post a Comment
Halaman dalam Hagia Sophia

PANTAUSATU.ID - Turki mengecam pernyataan Yunani yang menentang keputusan untuk mengubah kembali masjid Hagia Sophia sejak 10 Juli lalu.

Karena itu pula, hubungan kedua negara sesama anggota NATO tersebu memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Usai Salat Jumat perdana di Hagia Sophia setelah 86 tahun pada Jumat (24/7) kemarin, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan apa yang terjadi di Istanbul adalah "bukan unjuk kekuatan, tetapi bukti kelemahan".

Pada Sabtu (25/7), juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy merespons Mitsotakis.

Ia menyebut reaksi Yunani terkait Salat Jumat yang dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan ribuan umat Muslim itu "sekali lagi mengungkapkan permusuhan Yunani terhadap Islam dan Turki."

Aksoy juga "mengecam keras" pembakaran bendera Turki di Thessaloniki, Yunani, dan menuduh pemerintah Yunani dan parlemen "memprovokasi publik dengan pernyataan bermusuhan."

"Anak-anak manja Eropa, yang tidak dapat menerima sujud di Hagia Sophia, sekali lagi mengalami delusi," Aksoy dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Hagia Sophia yang merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO pada awalnya adalah katedral di masa Kekaisaran Bizantium.

Gereja ini kemudian dikonversi menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.

Di bawah Kemal Attaturk, Hagia Sophia lalu diubah menjadi museum pada 1934.

Hingga pada 10 Juli lalu, pengadilan administratif tertinggi Turki mengatakan bangunan itu terdaftar dalam akta properti sebagai masjid, lantas memungkinkan Ankara mengubah statusnya sekali lagi.

Hubungan Turki dan Yunani juga tegang karena masalah migrasi, terutama setelah Ankara membuka kembali perbatasannya bagi para pengungsi yang akan berangkat ke Eropa awal tahun ini.


Sumber: cnnindonesia
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment