Elektabilitas Prabowo Subianto Tergerus, Gerindra: Kami Konsentrasi Maksimalkan Kerja Duo Prabowo

Politikus Gerindra Habiburokhman

PANTAUSATU.ID - Survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei dimana salah satu hasilnya adalah elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tergerus dalam tiga bulan terakhir.

Menanggapi hal itu, politikus Gerindra Habiburokhman mengatakan pihaknya lebih fokus untuk memaksimalkan kinerja duo Prabowo di kementerian. 

Duo Prabowo yang dimaksud adalah Prabowo Subianto yang menjabat Menteri Pertahanan RI, serta Edhy Prabowo yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI. 

"Kami konsentrasi saja memaksimalkan kerja duo Prabowo di kementerian masing-masing serta di legislatif," ujar Habiburokhman, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (23/7/2020). 

Meski demikian, dia menegaskan pihaknya senantiasa menghargai survei sebagai sebuah hasil kerja yang ilmiah.

Walaupun partai Gerindra sendiri, kata Habiburokhman, tak akan menjadikan hasil survei sebagai satu-satunya acuan strategi dan taktik. 

"Kami tidak akan menjadikan survei sebagai satu-satunya acuan strategi dan taktik. Karena yang namanya persepsi bisa akurat dan bisa tidak, serta bisa saja berubah dalam waktu singkat," jelas Habiburokhman. 

Sebelumnya diberitakan, elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir, meski masih menjadi pilihan terbanyak dari responden untuk menjadi presiden. 

Hal tersebut tercermin dari survei Charta Politika Indonesia yang dilakukan pada kurun waktu 6 Juli 2020 sampai 12 Juli 2020. 

Awalnya, responden diberikan pertanyaan "Seandainya pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapakah yang dipilih dari nama-nama di bawah ini"? 

Terlihat Prabowo menduduki posisi pertama dari 11 pilihan dengan perolehan 17,5 persen, yang disusul Ganjar Pranowo sebanyak 15,9 persen, kemudian Anies Baswedan sebanyak 15,0 persen. 

Selanjutnya, Sandiaga Uno sebanyak 11,5 persen, Ridwan Kamil sebanyak 10,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono sebanyak 4 persen, Tri Rismaharini dan Erick Thohir sebanyak 2,1 persen. 

Selanjutnya, Khofifah Indar Parawansa sebanyak 1,7 persen, Mahfud MD sebanyak 1,3 persen, Gatot Nurmantyo sebanyak 1,0 persen, dan tidak jawab sebanyak 18,2 persen. 

Dari hasil pertanyaan tersebut, terlihat trend elektabilitas masing-masing sosok berdasarkan data-data survei sebelumnya. 

Prabowo pada Mei 2020 sebesar 22,0 persen, kemudian pada Juni 2020 turun menjadi 20,0 persen, dan Juli sebesar 17,5 persen. 

Sementara Ganjar mengalami kenaikan, dari awalnya 13,3 persen pada Mei menjadi 15,9 persen pada Juli 2020.

Hal yang sama juga terjadi kepada Ridwan Kamil menjadi 10,1 persen pada Juli 2020 dari sebelumnya 7,2 persen pada Mei 2020.

"Sehingga saya bisa simpulkan, Mas Ganjar dan Kang Emil disituasi pandemi ini jadi panggung besar buat mereka. Tiga bulan penanganan Covid-19, ternyata korelasinya dengan tingkat elektabilitasnya terus menanjak," papar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya secara virtual, Jakarta, Rabu (20/7/2020).

Diketahui, kegiatan survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan periode 6 Juli sampai 12 Juli 2020. 

Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelepon adalah sebanyak 7.500 data, dan yang berhasil diwawancara sebanyak 2.000 responden.

Metode survei menggunakan simple random sampling, jumlah responden 2.000 memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sebesar kurang lebih 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. (din)


Sumber: tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel