“Saudara Muda” PAN Akan Menjadi Oposisi Pemerintah

Amien Rais

Pantausatu.id - Lahirnya “saudara muda” Partai Amanat Nasional (PAN) tinggal menunggu waktu saja. Para loyalis Amien Rais terus melakukan pematangan untuk membentuk partai baru.


“Tahapan masih on going proses. Kami masih terkendali teknis kaitannya dengan COVID-19. Belum bisa banyak koordinasi,” ujar salah seorang loyalis Amien Rais, Nazaruddin kepada SINDOnews, Kamis (11/6/2020). 

Dia menuturkan partai baru yang tengah dirancang ini bukan semata-mata untuk menampung eks PAN. Pihaknya terbuka dan siap menampung tokoh dan kelompok masyarakat lain yang ingin bergabung.

“Pada dasarnya, ide mendirikan partai baru lebih dilandasi keinginan untuk lepas dari fenomena sekarang ini. Hampir semua partai dikooptasi kekuasaan,” terang Ketua DPW PAN Yogyakarta itu.

Partai baru ini akan menampung aspirasi masyarakat yang tidak sejalan atau menerima format politik sekarang. Sikap Amien Rais dan loyalisnya memang sering berseberangan atau menjadi opisisi dari pemerintah. Ini berbeda dengan gerbong Zulkifli Hasan yang cenderung ingin berada dalam koalisi Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin.

Nazaruddin yakin saat ini momentum untuk meraih simpati masyarakat yang berbeda pandangan politik dengan pemerintah itu besar. Dia dan loyalis Amien Rais lainnya akan memanfaatkan kondisi ini dengan menawarkan gagasan dan mendekat diri dengan masyarakat.

Dia memastikan pembentukan partai baru ini di bawah koordinasi dan dipimpin langsung Amien Rais. “Karena ikon dan faktor yang merekatkan beliau. Beliau memimpin ini,” tegasnya.

Harus diakui, para loyalis Amien Rais terpental dari jajaran elite PAN sekarang. Mulfachri Harahap pesaing Zulkifli Hasan digusur dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. 

Sayangnya, Nazaruddin tidak mau mengungkapkan jumlah pengurus PAN yang akan ikut ke partai baru ini. Dia menerangkan pihaknya masih mengodok nama dan lambing partai. Ada banyak usulan, seperti PAN Reformasi dan Amanat Rakyat. “Kalau menggunakan PAN Reformasi, saya katakan cenderung tidak,” pungkasnya. (sindonews) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel