Satu Gerbong dengan Pendukung Ajaran Khilafah, Pigai Pamer Ketidaksukaannya Terhadap BPIP

Natalius Pigai. (Foto: TEMPO)

Pantausatu.id – Gelombang penolakan terus saja berdatangan pada Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari gerbong pendukung ajaran khilafah. Tak tanggung-tanggung, penolakan tersebut disuarakan oleh para elit Tanah Air.

Di antaranya, mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang satu gerbong dengan pendukung khilafah. Menurutnya, BPIP merupakan salah satu jabatan yang dibagi-bagikan terhadap kroni-kroninya yang dianggap berperan dalam memuluskan jalan yang menunjukkan bahwa kekuasaan.

Bahkan menurut Pigai, saat ini, BPIP jadi sarang orang-orang yang ingin melakukan makar terhadap Pancasila.

“Sebelum BPIP itu lahir dari data yang saya miliki ada 2.200 lebih Jabatan yang Jokowi bisa untuk2 kue kekuasan ke kroni2nya. Karena mereka bodoh dan tidak profesional maka lembaga2 baru dibuat2. Lebih parah lagi BPIP diisi oleh orang2 yang meminta makar terhadap Pancasila., ”Kata Pigai di Twitternya sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (28/6/2020).

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan tidak setuju dengan wacana pemerintah untuk menguatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurutnya, sebaiknya BPP dibubarkan oleh pemerintah. Pasalnya, Pancasila sudah final sehingga tidak perlu lagi ditambah ataupun dikurangi.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon,”Apanya yang harus diperkuat, lembaga BPIP itu harusnya dibubarkan saja. Pancasila sudah cukup dan final. Tak usah ditambahi atau direduksi,” kata Fadli Zon.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon sebagai respon atas wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang bertujuan untuk menguatkan BPIP. (brz/ps) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel