Pendemo PA 212 Bakar Bendera PDIP, Koorlap: Saya Tak Kuasa Melarang

Pendemo PA 212 bakar bendera PDIP

Pantausatu.id - Koordinator lapangan PA 212 demo menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) Edy Mulyadi mengaku tak kuasa melarang pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan Gedung DPR pada Rabu (24/6) lalu.

Edy menyampaikan hal itu usai dipanggil pihak Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi terkait aksi pembakaran bendera PDIP.

"Polisi tanya, kenapa tidak menghentikan [pembakaran bendera PDIP]? Saya bilang gila, dalam suasana seperti itu, 'Eh, yang PDIP jangan dibakar! Yang PDIP jangan dibakar!' Enggak mungkin saya bilang begitu, ya," kata Edy dalam sebuah rekaman video yang dikirim kepada wartawan, Jumat (26/6).

Menurutnya, sebelum unjuk rasa tersebut tak pernah ada pembahasan untuk melakukan aksi pembakaran bendera. Namun saat demo berlangsung, kata Edy, salah seorang peserta demo menghampirinya dan menyarankan aksi bakar bendera PKI.

Dia mengatakan bendera berlambang palu arit itu pun dikeluarkan peserta aksi. Edy pun setuju dengan usul tersebut. Dia turut memandu proses pembakaran bendera PKI itu.

Edy menyatakan tidak mengetahui ada bendera PDIP yang ikut dibakar oleh massa aksi.

"Saya juga enggak tahu ada berapa bendera, waktu dipisah ada dua bendera. Waktu dibentang lah ada bendera PDIP. Saya juga kaget dalam hati saya," tambah dia.

Sampai saat ini, pihaknya yakin pembakar bendera tersebut merupakan seorang penyusup. Namun, dia belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai identitas orang yang dicurigai sebagai penyusup itu.

"Penyusup yang membakar itu. Sekarang mungkin masih diselidiki siapa penyusupnya," kata Edy.

Aksi pembakaran bendera PDIP dalam unjuk rasa oleh massa penolak RUU HIP menuai kecaman dari PDIP. Para petinggi partai berlambang banteng itu geram dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahkan juga telah mengeluarkan Surat Perintah Harian kepada seluruh kader.

Dalam Surat Perintah Harian itu Megawati meminta kader PDIP di seluruh Indonesia untuk siap siaga, namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut.

Namun hingga kini pihak kepolisian belum menerima laporan terkait aksi pembakaran bendera PDIP. Meski demikian, korlap aksi telah diperiksa pihah intelijen untuk dimintai keterangan.

"Saya sampaikan belum ada laporan polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, Jumat (26/6). (cnnindonesia/ps) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel