Pemerintah Bantah Jokowi Lebih Perhatian ke Mal daripada Pasar

Petugas pemadam kebakaran Jakarta Selatan melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Selatan, Kamis (4/6/2020). Foto/SINDOnews/Adam Erlangga

Pantausatu.id - Pemerintah membantah bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih perhatian kepada mal ketimbang pasar tradisional terkait protokol kesehatan pandemi.


Covid-19. Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengklaim, Presiden Jokowi juga perhatian kepada pasar tradisional.

"Saya kira Presiden sudah memberi pernyataan mengenai pasar tradisional, terutama waktu itu pasar di Bogor kemudian cepat ramai menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujar Donny dalam diskusi Polemik Trijaya bertajuk 'New Normal, Are You Ready?', Sabtu (6/6/2020).

Dia mengatakan, saat itu Presiden Jokowi memerintahkan agar protokol kesehatan di pasar tradisional diperhatikan. "Dan kemudian berbagai persiapan supaya pasar itu kemudian tidak menjadi klaster penularan, itu dilakukan. Jadi, perhatian itu ada (ke pasar)," ungkapnya.

Maka itu, dia membantah pendapat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono. Donny pun meluruskan tentang kunjungan Presiden Jokowi ke Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa 26 Mei 2020. 

"Memang Presiden kemarin kunjungan ke Summarecon Mal itu semata-mata sebagai wujud ke perhatian persiapan aja, bukan berarti pasar tradisional ditinggalkan," pungkasnya. (sindonews) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel