Mardani PKS Shock Elektabilitas Anies Terjun Bebas, Begini Sindiran Saleh Daulay PAN

Anies Baswedan 

Pantausatu.id - Mardani PKS merasa heran lantaran elektabilitas Gubernur DKI Anies Baswedan turun. 


Mardani menyebut bahwa banyak kesuksesan yang telah dibuat Anies selama menjabat menjadi Gubernur DKI, diantaranya keberhasilan dalam penanganan Covid-19 di DKI

“Anies turun agak aneh, karena Jakarta justru berhasil (menangani penyebaran Corona). Tapi saya melihatnya penurunan masih dalam range margin error ± 2,9%. Jadi bisa dianggap elektabilitas Anies masih oke,” ujar Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Ketua DPP PKS tersebut menyakini bahwa sebagai sebagai brand yang kuat untuk menjadi kandidat kuat dalam Pilpres 2024.

“Mas Anies ini brand-nya kuat. Media appearance-nya juga oke. Prestasi di Jakarta-nya bagus. Tetap penantang serius siapa pun di 2024,” sebut Anggota Komisi II DPR RI tersebut

Secara terpisah, Partai Amanat Nasional (PAN) menilai bahwa penurunan elektabilitas Anies adalah bentuk cerminan kinerja Anies selama menjabat Gubernur DKI, khususnya ketika penanganan Covid-19 di DKI. PAN menyakini banyak masyarakat yang kecewa dan tidak puas dengan kinerja Anies selama ini.

“Hasil survei itu tentu harus menjadi cermin bagi Anies. Sebab, di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, semestinya surveinya naik. Berbanding lurus dengan kuantitas dan frekuensinya tampil dan berbicara di media,” ujar Ketua DPP PAN Saleh Pertaonan Daulay seperti dikutip dari detik.com Selasa (9/6/2020).

“Dari semua kepala daerah, yang paling sering tampil di media berkenaan dengan COVID-19 ini adalah Pak Anies. Itu artinya, masyarakat banyak yang kenal dan juga mengikuti kiprahnya. Tetapi kenapa surveinya justru turun?”imbuhnya.

Menurut Saleh, kebijakan Anies dalam menangani Corona juga menjadi sorotan, banyak kebijakan Anies yang bersebrangan dengan pusat dan sebagian masyarakat memandang itu sebagai sesuatu yang tidak etis.

Berikut hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Senin 8 Juni 2020:

1. Prabowo Subianto 14,1% (Februari 22,2%)

2. Ganjar Pranowo 11,8% (Februari 9,1%)

3. Anies Baswedan 10,4% (Februari 12,1%)

4. Ridwan Kamil 7,7% (Februari 3,8%)

5. Sandiaga Salahuddin Uno 6,0% (Februari 9,5%)

6. Agus Harimurti Yudhoyono 4,8% (Februari 6,5%)

7. Khofifah Indar Parawansa 4,3% (Februari 5,7%)

8. M Mahfud Md 3,3% (Februari 3,8%)

9. Gatot Nurmantyo 1,7% (Februari 2,2%)

10. Erick Thohir 1,6% (Februari 1,9%)

11. Puan Maharani 0,8% (Februari 1,4%)

12. Tito Karnavian 0,6% (Februari (0,8%)

13. Budi Gunawan 0,4% (Februari 0,4%)

14. Muhaimin Iskandar 0,0% (Februari 0,3%)

Tidak tahu/tidak jawab 32,3% (Februari 20,3%).

Survei tersebut dimulai pada 16-18 Mei terhadap 1.200 responden via wawancara sambungan telepon yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (suaraislam)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel