Arief Poyuono Ogah Hadiri Sidang Etik Gerindra soal PKI Mainan Kadrun

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono

Pantausatu.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan tak akan menghadiri sidang Majelis Kehormatan Gerindra yang sedianya digelar siang ini.


Sidang Majelis Kehormatan untuk memproses pernyataan Poyuono soal isu PKI dibikin oleh kelompok kadrun. Ucapan tersebut memicu kontroversi di media sosial, yang turut menyeret Gerindra.

"Tidak akan pernah saya menghadiri sidang MK itu," kata Poyuono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/6).

Ia menyatakan tak akan mengubah keyakinannya bahwa isu kebangkitan PKI merupakan kebohongan yang dibuat oleh kadrun dan para pengacau negara dengan tujuan memakzulkan Jokowi.

Menurutnya, dalam kasus ini, ia tidak perlu melakukan pembelaan diri. Sebaliknya, Poyu menyebut orang-orang dalam Majelis Kehormatan Gerindra yang seharusnya mengevaluasi diri.

Mereka, ujar Poyu, harus mengamati lagi video wawancaranya dengan lebih seksama.

"Jadi rawe-rawe rantas malang-malang putung [maju tak gentar pantang mundur], saya tidak akan hadir, monggo aja," ujarnya.

Majelis Kehormatan Partai Gerindra menggelar sidang etik untuk Arief Poyuono terkait pernyataan 'PKI mainan kadrun'.

Kadrun merupakan kepanjangan kadal gurun. Istilah ini ditujukan bagi orang-orang yang berseberangan secara politik dengan Jokowi. Kelompok ini umumnya dicirikan dengan aliran politik keagamaan yang kental.

Pernyataan Poyu itu memancing kemarahan sejumlah ormas Islam bekas pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sejumlah ormas Islam tersebut mendesak Gerindra memecat Poyuono.

Sidang terhadap Poyuono rencananya digelar pukul 13.00 WIB dengan mematuhi protokol kesehatan di kantor DPP Partai Gerindra.

Anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman berharap Poyuono bisa datang tepat waktu dalam sidang majelis etik ini sehingga bisa membela diri.

"Kalau enggak hadir ya rugi sendiri, karena kehilangan hak membela diri," ujarnya. (cnnindonesia) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel