Viral Surat Bongkar Masjid, Mahfud: Takmir Masjid Tak Paham Situasi


Pantausatu.id - Menko Polhukam Mahfud Mdmenanggapi banyaknya reaksi dan saling tuding mengenai imbauan untuk tidak melaksanakan salat di masjid saat pandemi Corona. 


Dia kemudian menanggapi soal adanya surat pembongkaran masjid di Jawa Tengah dan menyebut takmir masjid tersebut tak memahami situasi saat ini.

"Itu kontra produktif, karena bulan Ramadan itu bulan kedamaian, bulan kejutan, bulan persaudaraan. Kalau kita saling tuding tentang kenapa tidak dianjurkan ke masjid, kenapa macet, tutup bahkan saya baca di satu tempat di Jawa Tengah itu ada takmir masjid yaitu dengan sangat apanya tidak paham dengan situasi mengatakan, kalau begitu besok masjid kami bongkar karena tidak ada gunanya lagi katanya," kata Mahfud melalui siram langsng di instagramnya @mohmahfudmd, Sabtu (2/5/2020).

Mahfud menilai takmir masjid sangat emosional dalam menanggapi imbauan untuk tidak melaksanakan salat di masjid pada situasi saat ini. Dia mengatakan, imbauan itu tidak akan berlangsung lama.

"Itu kan sangat emosional, tidak tahu situasi. Kan besok mungkin atau tidak sampai dua bulan gitu sudah dibuka lagi, sudah normal. Kalau perkiraan atau analisis yang moderat benar, maka kita pada bulan Juli atau pertengahan Juni itu sudah akan normal kembali begitu," ujarnya

Sebelumnya, Foto secarik kertas berisi tentang rencana merobohkan masjid karena seruan ibadah di rumah selama pandemi Virus Corona atau COVID-19 viral di media sosial seharian kemarin.

Bupati Banyumas Achmad Husein dan MUI telah angkat bicara soal surat itu. Takmir masjid itu pun telah memberi pernyataan.

Dalam isi surat yang ditulis dengan tanggal 28 April 2020, nomor 003/TMA/IV/2020, dengan kop surat tamir Masjid AlMubarok lengkap dengan alamatnya di Kecamatan Wangon menuliskan hal Pemberitahuan Pembongkaran dan Perobohan masjid karena dianggap sudah tak dibutuhkan lagi setelah ada seruan ibadah di rumah selama pandemi virus Corona. Foto surat itu diupload oleh sejumlah akun di media sosial. Di antaranya di-posting oleh akun Twitter @norkosun dan @PolJokesID, kemarin.

Berikut isi surat yang ditujukan kepada bupati, Kapolsek, Kades setempat:
Assalaamu'alaikum Wr. WB

Menimbang Keputusan Bupati Banyumas No.440/514/2020 terkait pelaksanaan ibadah di masa pandemi COVID-19, dan surat pemberitahuan dari pemerintah lecamatan wangon No.400/259/2020, mengenai seruan agar umat Islam melakukan ibadah wajib maupun sunnah di rumah.

Seruan agar tidak melaksanakan shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat dzuhur di rumah. Seruan untuk tidak melaksanakan shalat Iedul Fitri di masjid, dan bahwa jika masih ditemukan kegiatan keagamaan sebagaimana tersebut di atas, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan hal diatas, maka kami Ta'mir Masjid AlMubarok bersama jamaah Masjid memutuskan hendak MEMBONGKAR dan MEROBOHKAN MASJID ALMUBAROK, karena sudah tidak dibutuhkan lagi adanya masjid dilingkungan kami.

Semua aktivitas ibadah sudah dilakukan dirumah masing-masing, sehingga adalah hal mubazir / sia-sia dengan adanya masjid yang masih berdiri tapi tidak ditempati untuk beribadah sebagaimana lazimnya.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas permohonan dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih,

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Surat tersebut juga ditandatangani oleh empat orang terdiri dari Ketua Pelaksanaan, Sekretaris, Imam Rowatib dan penasihat. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel