Presiden minta pemberlakukan protokol kesehatan seragam terhadap WNI


Pantausatu.id - Presiden RI Joko Widodo meminta pemberlakuan protokol kesehatan terhadap semua warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri dilakukan secara disiplin dan ketat serta seragam di seluruh pintu masuk, baik bandara, pelabuhan maupun darat.


"Berkali-kali disampaikan bapak Presiden agar protokol kesehatan dilakukan secara disiplin, ketat dan seragam di seluruh pintu masuk Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers melalui video di Jakarta, Senin, seusai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden.

Menlu menyampaikan bahwa kepulangan warga negara Indonesia dari sejumlah negara masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Dia menjabarkan sejak pemberlakukan movement control order (MCO/perintah kendali pergerakan) di Malaysia tanggal 18 Maret hingga 10 Mei 2020, jumlah WNI yang kembali dari Malaysia mencapai 72.966 dengan menggunakan jalur laut 65 persen, darat 20 persen dan udara 15 persen.

Pemberlakuan MCO Malaysia, kata Menlu, akan kembali diperpanjang yang tadinya ditetapkan hingga 12 Mei menjadi 9 Juni 2020, dan berganti nama menjadi conditional movement control order (CMCO).

"Ini perpanjangan MCO ke-4 dan terpanjang karena diperpajang 1 bulan ke depan. Dan dengan perpanjangan CMCO ini ada beberapa sektor yang mulai dibuka, antara lain industri pertanian perdagangan dan konstruksi," ujar Menlu.

Menlu juga menyampaikan bahwa hingga 10 Mei 2020, KBRI bersama organisasi masyarakat di Indonesia telah membagikan 334.369 sembako kepada WNI di Malaysia yang paling terdampak dengan pemberlakuan MCO di negara tersebut.

Adapun kepulangan WNI lainnya adalah anak buah kapal, yang telah kembali ke Indonesia, baik melalui udara maupun pelabuhan.

Saat ini, Pemerintah juga tengah berupaya menangani kepulangan WNI jamaah tabligh di India.

Selain itu, kata Menlu, ada juga kepulangan WNI, antara lain dari Saudi Arabia 992 orang, Kuwait 164 orang, Aljazair 391 orang, Kairo 75 orang dan akan bertambah 333 orang serta dari Bangladesh 196 orang. (ant

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel