Hotel Tempat Isolasi Karyawan Sampoerna Tak Mau Tampung 34 Pasien Positif Corona


Pantausatu.id - RSU dr Soetomo swab 91 karyawan PT HM Sampoerna Tbk. Sudah ada 34 karyawan dinyatakan positif COVID-19. Hotel tempat mereka isolasi menolak bila mereka tetap bertahan di hotel.


"Jadi manajemen Sampoerna beberapa waktu lalu bilang ada hotel yang mau. Saya tanya maunya total atau gimana, ternyata maunya diisolasi saat reaktif rapid test saja, kalau positif PCR Swab, mereka tidak menghendaki," kata Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Grahadi, Sabtu (2/5/2020).

Joni menjelaskan, opsi kemudian yang diambil yakni memindah ke-34 karyawan tersebut ke RSJ Menur. Namun ternyata ke-34 karyawan Sampoerna yang positif Corona perempuan semua.

"Jadi positif ini kita carikan tempat. Kita diskusi, karena hotel tidak mau. Saya hubungi Menur, ternyata pasien di Menur laki-perempuan, nah karyawan yang positif perempuan semua jadi susah, sebetulnya cukup," terangnya.

"Akhirnya ada rumah sakit yang mau bantu, tadi pagi hubungi. Sisa 45 karyawan yang belum keluar hasil PCR Swabnya, harap sabar karena mesin juga tidak kuat," imbuhnya.

Joni menyebut, ada tugas rumah dari 45 karyawan yang belum keluar hasil swabnya. Jika keluar dengan kemungkinan terburuk ada yang positif Corona, maka Joni kembali mencari tempat untuk menampung mereka.

"Harapannya tentu tidak ada yang positif dari 45 karyawan sisa yang swabnya belum keluar. Karena kalau isolasi mandiri di rumah, mereka rata-rata tinggal di kos, justru semakin bahaya," jelasnya.

Tugas semakin berat, kata Joni, karena dari 34 karyawan yang sudah positif, pihak rumpun tracing Jatim, akan menyisir ke orang terdekat yang berinteraksi dengan 34 orang tersebut.

"Katakanlah yang positif saat ini 34, kita tracing ke sana kemari, ini kan tugas berat juga berpotensi menambah pasien. Maka dari itu, tolong masyarakat benar-benar patuh physical distancing," katanya.

Joni ingin saat ini kerja sama yang baik antara Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya serta manajemen Sampoerna. Menurutnya tidak ada orang yang paling pinter terkait COVID-19.

"Tidak ada yang pandai, tidak ada yang pintar. Saat ini ayo gotong-royong, kita selesaikan masalah ini. Seperti kata Bu Gubernur, kita ijtihad menangani COVID-19 ini," pungkasnya. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel