Arus Banjir di Cilegon Deras, Sejumlah Mobil Hanyut hingga Masuk Parit


Pantausatu.id - Banjir menerjang beberapa wilayah di Cilegon, Banten, sejak pagi tadi. Akibat derasnya arus banjir, sejumlah mobil hanyut.


Peristiwa mobil hanyut terjadi di Batu Lawang, Grogol, Cilegon. Dua mobil tampak hanyut diterjang banjir hingga masuk ke parit.

Selain di Batu Lawang, mobil hanyut terjadi di akses masuk jalan tol Cilegon Barat. Mobil Camry dan Jazz tampak tersungkur dihantam derasnya aliran air yang turun dari bukit.

Petugas BPBD Cilegon masih melakukan asesmen dan evakuasi di lokasi banjir. Polisi terlihat masih mengatur arus lalu lintas di jalan utama Cilegon-Merak.

Dampak banjir membuat gerbang tol Cilegon Barat ditutup. Kendaraan yang hendak ke luar Cilegon Barat dialihkan ke GT Merak. Sedangkan kendaraan yang masuk GT Cilegon Barat terpaksa bersabar menunggu air surut.

"Kita tutup dulu karena seperti dilihat ketinggian air 1,5 meter. Kalau sudah surut baru nanti dibuka," kata Kaur Binops Satlantas Polres Cilegon, Iptu Tampubolon.

Warga yang Terdampak Banjir Dievakuasi

Banjir menerjang 8 kecamatan di Cilegon. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Grogrol dan Pulomerak. Sejumlah mobil hanyut dan ratusan rumah terendam banjir di beberapa perumahan.

"Dari semalam banjir, tadi pagi hujan lagi nambah banjir. Di sini (Grogol) tingginya sedada orang dewasa," kata salah seorang warga, Samsul, kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

BPBD dan Basarnas Banten turun tangan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Tim SAR mengutamakan lansia dan balita untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Kita evakuasi utamanya lansia dan balita, di perumahan Puri Krakatau Hijau ada sekitar 25 orang yang kita evakuasi," kata Kasubsi Ops Basarnas Banten, Heru Amir.

Tim SAR menyiagakan tim dan masih menyisir lokasi banjir yang belum terjamah. Beberapa lokasi yang diterjang banjir masih sulit diakses. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel