Ada Ancaman Pembunuhan di Balik Pembatalan Diskusi CLS FH UGM


Pantausatu.id - Constitutional Law Society (CLS) FH UGM membatalkan Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (Dilawan) dengan tema "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan". 


Pembatalan ini untuk keamanan karena panitia, pembicara, moderator, dan narahubung mendapat berbagai teror dan ancaman.

"Demi alasan keamanan, mahasiswa penyelenggara kegiatan memutuskan untuk membatalkan kegiatan diskusitersebut," kata Dekan FH UGM Prof Sigit Riyanto saat dikonfirmasi SINDOnews, Sabtu (30/5/2020).

Menurutnya, teror dan ancaman dialami oleh pembicara, mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. 

Selain mendapat teror, nomor telepon serta akun media-sosial perorangan dan kelompok "Constitutional Law Society" (CLS) diretas pada 29 Mei 2020. 

Peretas juga menyalahgunakan akun media-sosial yang diretas untuk menyatakan pembatalan kegiatan diskusi, sekaligus mengeluarkan (kick out) semua peserta diskusi yang telah masuk ke dalam grup diskusi. 

Selain itu, akun instagram "Constitutional Law Society" (CLS) sudah tidak dapat diakses lagi.

Prof Sigit sangat menyayangkan adanya intimidasi dan teror tersebut. Sebab kegiatan ini merupakan salah satu wujud kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat yang selayaknya didukung bersama. 

Untuk itu, dia mengecam sikap dan tindakan intimidatif terhadap rencana kegiatan diskusi yang berujung pada pembatalan kegiatan diskusi ilmiah tersebut. 

"Hal ini merupakan ancaman nyata bagi mimbar kebebasan akademik, apalagi dengan menjustifikasi sepihak secara brutal bahkan sebelum diskusi tersebut dilaksanakan," katanya. (sindonews) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel