Waduh..! Polda Metro Jaya Sebut Kasus Hoaks di Jakarta Meningkat Selama Corona


Pantausatu.id - Polda Metro Jaya mencatat kasus kejahatan terkait kabar bohong atau hoaks meningkat tajam. Kabar bohong itu terkait dengan wabah Corona atau Covid-19 di Tanah Air.


"Sebenarnya modus kejahatan baru saat ini tidak ada tapi ada peningkatan di beberapa sektor yang terjadi seperti hoax, penebar kebencian, menyebarkan beritabohong tentang Covid-19," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Jakarta, Kamis (9/4).

Dia mengklaim kondisi ini berbanding terbalik dengan kejahatan jalanan yang belakangan justru menurun.

"Crime total dibandingkan dengan April, misalnya Maret tahun yang lalu itu menurun. Dan juga kita bandingkan lagi dengan hari per hari atau bulan per bulan. Satu hari berapa sih laporan yang masuk ke sini, itu di bawah dari hari yang sebelum Covid-19," ujarnya.

Dikarenakan kasus hoaks terkaitberita corona terus meningkat, Yusri mengatakan pihaknya akan semakin gencar dalam melakukan patroli siber.

"Kepolisian terus melakukan patroli siber ya, memprofiling mereka-mereka semua. Terus kemudian kita akan menindak tegas para pelaku-pelakunya," jelas dia.

Sebelumnya, kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait virus Corona atau Covid-19 per hari ini bertambah tujuh kasus. Semula berjumlah 63 kasus, kini menjadi 70 kasus.

"Sampai hari ini jumlahnya ada 70 kasus," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Div Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).

Ia pun merinci, sejumlah kasus yang kini sedang ditangani pihaknya. Polda Jawa Timur menangani 11 kasus dan Polda Metro Jaya menangani 10 kasus.

"Kalau kita lihat secara rangking, tiga besar di atas adalah pertama Jawa Timur 11, Polda Metro Jaya 10, ketiga ada beberapa Polda dan Bareskrim. Di antaranya Bareskrim, Jabar, Lampung menangani 5 kasus," sebutnya.

Atas perbuatan para pelaku, mereka dijerat Pasal 45 dan 45 A tentang UU ITE dengan pidana 6 tahun penjara dan Pasal 14 dan 15 UU no 1 1946 tentang peraturan pidana dengan ancaman 10 tahun. (merdeka) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel