Tagar #BupatiKlatenMemalukan Puncaki Trending Topic Twitter


Pantausatu.id - Tagar Bupati Klaten memalukan atau #BupatiKlatenMemalukan memuncaki trending topic di Twitter Indonesia.


Netizen ramai-ramai mengunggah barang-barang yang ditempeli stiker berwajah Bupati Klaten Sri Mulyani.

Seperti dilihat detikcom, Senin (27/4), pukul 20.11 WIB ada 20 ribu lebih tweet yang meramaikan tagar Bupati Klaten Memalukan.

Banyak netizen yang menyertakan foto hand sanitizerberstiker Sri Mulyani, foto beras bahkan buku 'Matur Jujur Anak Jujur Akan Mujur' yang juga bergambar wajah Sri Mulyani.

Banyak netizen yang menyesalkan penempelan stiker foto Sri Mulyani ini. Sebab, diduga beras maupun hand sanitizer itu merupakan barang-barang yang akan disumbangkan ke warga.

Misalnya saja akun @kebabturkey yang mencuit, "Inilah yg dinamakan dynasti keluarga cemara bahagia aman dan sentosa. Wajahnya hampir disetiap lini ada, entah di sembako, kantong kresek dll. Tinggal satu lg yg blum, apakah beliau sudah mencetak buku surah Yasiin yg ada foto&nama beliau?#BupatiKlatenMemalukan. Cuitan ini juga disertai dengan foto kolase barang-barang yang ditempeli stiker wajah bupati Sri Mulyani.

Apakah ini bisa disebut dengn penyalah gunakan jabatan? Termasuk mengendorse diri sendiri agar lebih terkenal? Anda ini Bupati atau Model Iklan Layanan Masyarakat? Belum lagi di setiap bantuan pemerintah harus ada nama atau foto anda? #BupatiKlatenMemalukan

Warga Klaten@mahasiswaYUJIEM

Sudah berapa ratus ribu masker yang dibagikan ke masyarakat klaten yang bertuliskan “Sri Mulyani Bupati Klaten” padahal ini menggunakan dana APBD? Kenapa dimanfaatkan untuk mengambil celah agar anda lebih dikenal masyarakat? Memanfaatkan kesempitan? #BupatiKlatenMemalukan

Ada juga netizen yang mempertanyakan alasan bantuan tersebut ditempeli stiker foto Bupati Klaten Sri Mulyani.

"Kalo dari pemkab kenapa kok stikernya nggak bantuan dari pemerintah kabupaten klaten aja. Bukan malah bertuliskan bantuan dr bupati klaten Ibu Hj Sri Mulyani , kan kesannya itu bantuan dr pribadinya bupati," cuit @triawansn.

"Semua bantuan diatas namakan Sri Mulyani (Bupati Klaten), menjadikan aksen bantuan pemerintah seakan akan menggunakan dana pribadi beliau, sunggu murah hati bukan #BupatiKlatenMemalukan," cuit @Mirawti.

Triawan Sapto N@triawansn

Kalo dari pemkab kenapa kok stikernya nggak bantuan dari pemerintah kabupaten klaten aja.
Bukan malah bertuliskan bantuan dr bupati klaten Ibu Hj Sri Mulyani , kan kesannya itu bantuan dr pribadinya bupati 

Sebelumnya, Sri Mulyani sudah angkat bicara soal heboh botol hand sanitizerKementerian Sosial (Kemensos) yang ditempeli stiker fotonya. Sri Mulyani mengatakan hal itu sebagai kekeliruan.

"Ada kekeliruan di lapangan dan sudah saya klarifikasi. Kalian kok seneng banget kayake kalau ada begitu," kata Bupati Klaten Sri Mulyani saat dimintai konfirmasi di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (27/4).

Mulyani menjelaskan ada kesalahan saat penempelan di lapangan. Dia menyebut kesalahan itu terjadi karena bantuan dari Kemensos jumlahnya tidak sebanyak pengadaan dari Pemkab Klaten.

"Ada kesalahan saat pembagian, karena dari Kemensos bantuannya baru sekitar 1.000 dan dari Pemkab pengadaan ada puluhan ribu sehingga di lapangan tidak ditempel semua karena memang dari Kemensos tidak banyak dan justru yang banyak dari kami (Pemkab), " urai Mulyani.

Sri Mulyani juga membenarkan hand sanitizer berstiker dirinya itu dibagikan saat acara pembagian masker dan hand sanitizer di DPC PDIP.

"Ada beberapa karena itu hanya ada 26 Kecamatan saja. PAC kan begitu, hanya 26 Kecamatan," terang Mulyani.

Dia lalu bercerita soal pembagian sembako yang dilakukannya untuk internal partai. Mulyani menjelaskan bantuan sembako yang ada tempelan 'sembako PDIP' itu bukan untuk masyarakat. Namun bantuan itu untuk internal PDIP.

"Ada kekeliruan di lapangan. Kalau untuk sembako murni dari saya selaku Ketua DPC PDIP," terangnya.

"Karena itu bantuan tidak untuk masyarakat, yang ada tempelan 'sembako PDIP' itu. Itu murni untuk internal kami PDIP dan bisa dicek ada berapa dan berbeda dengan yang diberikan ke masyarakat," lanjut Mulyani. (detik/ps)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel