Sosiolog Sigit Rochadi: Sindikat Anarko Itu Tidak Percaya Sistem, Norma dan Aturan


Pantausatu.id - Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi mengatakan jika Anarko Sindikalisme (AS) merupakan kelompok yang tidak percaya sistem, norma dan aturan.


“Baginya aturan hanya alat untuk melanggengkan orang-orang yang telah mapan,” tutur Sigit kepada media.

Lebih jauh, Sigit mengatakan kelompok Anarko Sindikalisme ini menentang dengan menghalalkan segala cara, seperti melakukan dengan tindakan yang anarkis.

“Bagi mereka anarkis merupakan satu-satunya cara untuk melawan,” katanya.

Pada peringatan hari buruh nasional atau May Day kemarin beberapa massa yang menggenakan pakaian hitam-hitam dan penutup muka berwarna hitam.

Kemudian membawa bendera merah dan hitam dan juga bertuliskan lambang A.

Bahkan beberapa daerah diantaranya melakukan aksi vandalism saat peringatan May Day itu, hingga mengakibatkan beberapa remaja ditangkap pihak berwajib.

Sigit mengatakan, kelompok yang ditangkap polisi di Bandung saat aksi May Day kemarin dengan mengenakan seragam hitam itu bukanlah pergerakan dari Kelompok Anarko.

“Sebagian pelajar, mereka punya identitas sehingga belum menjadi kelompok Anarko Sindikalisme yang sesungguhnya. Mereka masih dalam proses menuju ke sana,” papar Sigit.

Belum Banyak Berkembang di Indonesia


Sigit melanjutkan kelompok Anarko Sindikalisme di Indonesia masih dalam tahap coba-coba ataupun tengah berkembang dikalangan masyarakat. “Mereka masih coba-coba,” jelas Sigit.

Tak hanya itu, Sigit mengingatkan jika kelompok ini semisalnya dapat berkembang maka akan menjadi sebuah kelompok yang sangat berbahaya.

“Kelompok ini belum benar-benar solid, masih dalam pembentukan. Jika solid kelompok ini sangat berbahaya,” tukas Sigit. (okezone/ps)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel